Rabu, Desember 13, 2017

Sejarah Bola Voli Dan Penemuan Olahraga Bola Voli Secara Lengkap Dan Rinci.

Pada mula penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini kesatu kali ditemukan oleh seorang Instruktur edukasi jasmani (Director of Phsycal Education) yang mempunyai nama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).

YMCA (Young Men’s Christian Association) adalahsebuah organisasi yang didedikasikan guna mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen untuk para pemuda, laksana yang sudah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang bermunculan pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan membuat sebuah olahraga baru yang mempunyai nama Mintonette.

Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan pun mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur edukasi jasmani. William G. Morgan yang pun adalahlulusan Springfield College of YMCA, membuat permainan Mintonette ini empat tahun sesudah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.

Sejarah Bola Voli

Olahraga permainan Mintonette sebetulnya adalah sebuah permainan yang dibuat dengan mengkombinasikan sejumlah jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette dibuat dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yakni bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir ialah bola tangan (handball).

Pada awalnya, permainan ini dibuat khusus untuk anggota YMCA yang telah tidak berusia muda lagi, sampai-sampai permainan ini-pun diciptakan tidak seaktif permainan bola basket.

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan kesatunya di International YMCA Training School. Pada mula tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA).

mengundang dan meminta Morgan untuk mempertontonkan permainan baru yang sudah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada suatu konferensi yang berlokasi di kampus YMCA, Springfield tersebut pun dihadiri oleh semua instruktur edukasi jasmani.

Dalam peluang tersebut, Morgan membawa dua kesebelasan yang pada setiap tim beranggotakan lima orang. Dalam peluang itu, Morgan pun menjelaskan bahwa permainan tersebut ialah permainan yang bisa dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan paling leluasa.

Dan menurut keterangan dari penjelasannya pada ketika itu, permainan ini dapat pun dimainkan oleh tidak sedikit pemain. Tidak terdapat batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini ialah mempertahankan bola supaya tetap bergerak melalui net yang tinggi, dari satu distrik ke distrik lain (wilayah lawan).

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close