Rabu, Desember 20, 2017

Pengertian Statistik dan Statistika Menurut Para Ahli Dan Sejarah Statistik.

Statistik ialah kumpulan data dalam format angka maupun bukan angka yang dibentuk dalam format tabel (daftar) dan atau diagram yang mencerminkan atau sehubungan dengan sebuah masalah tertentu.

Statistika ialah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika ialah ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) bertolak belakang dengan 'statistik' (statistic).

Statistika adalahilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik ialah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada sebuah data.

Dari kelompok data, statistika dapat dipakai untuk memutuskan atau mendeskripsikan data; ini disebut statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika menduga teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Pengertian Statistik dan Statistika

Statistika tidak sedikit diterapkan dalam sekian banyak  disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk sekian banyak  macam tujuan; sensus warga adalah salah satu formalitas yang sangat dikenal.

Aplikasi statistika lainnya yang kini popular ialah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilaksanakan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika bisa pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kepintaran buatan.

Contoh Statistik :
- Statistik penduduk ialah kumpulan angka-angka yang sehubungan dengan masalah penduduk.

- Statistik ekonomi ialah kumpulan angka-angka yang sehubungan dengan masalah ekonomi.

Pengertian Statistik Menurut Para Ahli

1. Statistik ialah cara untu mengubah data dan unik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA).

2. Statistik ialah sekumpulan teknik maupun aturan-aturan yang sehubungan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan memakai suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto).

3. Statistik ialah ilmu yang mempelajari mengenai seluk beluk data, yaitu mengenai pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan benang merah dari data yang berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM).

4. Statistik ialah metode yang menyerahkan cara-cara untuk menilai ketidak tentuan dari penarikan benang merah yang mempunyai sifat induktif. (Stoel dan Torrie).

5. Statistik ialah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif supaya angka-angka itu berbicara.(Anto dajan).

6. Statistik ditafsirkan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang sudah tersusun dalam format table. (Anto dajan).

7. Statistik ialah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan praktis yang hadir di sekian banyak  bidang. (Suntoyo Yitnosumarto)

Jadi secara singkat statistik bisa diartikan, sebagai teknik maupun aturan-aturan yang sehubungan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka-angka, dengan memakai suatu asumsi-asumsi tertentu. Sedangkan pengetahuan yang merundingkan tentang cara-cara ini dinamakan statistika.

Sejarah Statistik
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin canggih statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").

Gottfried Achenwall (1749) memakai Statistik dalam bahasa Jerman guna kesatu kalinya sebagai nama untuk kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu mengenai negara (state)". Pada mula abad ke-19 sudah terjadi pergeseran makna menjadi "ilmu tentang pengumpulan dan klasifikasi data".

Sir John Sinclair mengenalkan nama (Statistics) dan definisi ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula melulu mengurus data yang digunakan lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan.

Pengumpulan data terus berlanjut, terutama melalui sensus yang dilaksanakan secara tertata untuk memberi informasi kependudukan yang berubah masing-masing saat.

Pada abad ke-19 dan mula abad ke-20 statistika mulai tidak sedikit menggunakan bidang-bidang dalam matematika, khususnya peluang. Cabang statistika yang pada ketika ini paling luas dipakai untuk menyokong metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan mula abad ke-20 oleh [Ronald Fisher] (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil).

Penggunaan statistika pada masa kini dapat disebutkan telah menyentuh seluruh bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi sampai linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi tidak sedikit dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu campuran seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.

Meskipun terdapat pihak yang memandang statistika sebagai cabang dari matematika, namun sebagian pihak lainnya memandang statistika sebagai bidang yang tidak sedikit bersangkutan dengan matematika menyaksikan dari sejarah dan aplikasinya.

Di Indonesia, kajian statistika mayoritas masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close