Sabtu, Desember 09, 2017

Pengertian Sosiologi, Sejarah Sosiologi, Ciri-Ciri Sosiologi, Dan Hakikat Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yakni Socius yang berarti kawan, sementara Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan kesatu kalinya dalam kitab yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857).

Walaupun tidak sedikit definisi mengenai sosiologi tetapi umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan mengenai masyarakat.

Masyarakat ialah sekelompok pribadi yang memiliki hubungan, mempunyai kepentingan bersama, dan mempunyai budaya. Sosiologi berkeinginan mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial insan dengan meneliti perilaku kumpulan yang dibangunnya.

Pengertian Sosiologi

Sebagai suatu ilmu, sosiologi adalahpengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan bisa di kontrol secara kritis oleh orang beda atau umum.

Kelompok tersebut merangkum keluarga, suku bangsa, negara, dan sekian banyak  organisasi politik, ekonomi, sosial.

Sejarah istilah sosiologi
Rangkaian dari :

  • Ilmu
  • Ilmu formal
  • Ilmu fisik
  • Ilmu kehidupan
  • Ilmu sosial
  • Ilmu terapan
  • Antardisiplin

Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dilahirkan kesatu kali oleh ilmuwan Perancis, mempunyai nama August Comte tahun 1842 dan lantas dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari mengenai masyarakat bermunculan di Eropa sebab ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara eksklusif mempelajari situasi dan evolusi sosial.

Para ilmuwan tersebut kemudian berupaya membina suatu teori sosial menurut ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap kemajuan manusia.Comte memisahkan antara sosiologi statis, di mana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis di mana perhatian dipusatkan tentang pertumbuhan masyarakat dalam makna pembangunan.

 Rintisan Comte itu disambut hangat oleh masyarakat luas, terlihat dari tampilnya sebanyak ilmuwan besar di bidang sosiologi.Mereka antara beda Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa).

Masing-masing berjasa besar menyumbangkan pelbagai pendekatan mempelajari masyarakat yang amat bermanfaat untuk pertumbuhan Sosiologi.

Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — sukses melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.Emile mengenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya mencari fungsi sekian banyak  elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.

1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sociology dan mengenalkan pendekatan analogi organik, yang mengetahui masyarakat laksana tubuh manusia, sebagai sebuah organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.

Karl Marx mengenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang memandang konflik antar-kelas sosial menjadi intisari evolusi dan pertumbuhan masyarakat.

Max Weber mengenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya mencari nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sociology.

Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi
Sosiologi adalah salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah mengisi semua bagian ilmu pengetahuan. Berdasarkan keterangan dari Harry M. Johnson, yang dilansir oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.

  1. Empiris, yakni didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak mempunyai sifat spekulasi (menduga-duga).
  2. Teoretis, yakni selalu berjuang menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi itu adalahkerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab dampak sehingga menjadi teori.
  3. Komulatif, yaitu dibentuk atas dasar teori-teori yang telah ada, lantas diperbaiki, diperluas sampai-sampai memperkuat teori-teori yang lama.
  4. Nonetis, yaitu ulasan suatu masalah tidak mempermasalahkan baik atau buruk masalah tersebut, namun lebih bertujuan untuk menyatakan masalah itu secara mendalam.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut :

  • Sosiologi ialah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu tentu (eksakta) sebab yang dipelajari ialah gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi tergolong disiplin ilmu kategori, bukan adalahdisiplin ilmu normatif sebab sosiologi memberi batas diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi.
  • Sosiologi tergolong ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian ialah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak saja peristiwa tersebut sendiri.
  • Sosiologi bertujuan menghasilkan definisi dan pola-pola umum, serta menggali prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang pengalaman dan rasional. Hal ini mencantol metode yang digunakan.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum, dengan kata lain sosiologi memiliki gejala-gejala umum yang terdapat pada interaksi antara manusia.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close