Jumat, Desember 08, 2017

Pengertian Norma Secara Terminologi, Bahasa Dan Definisi Serta Jenis-Jenis Norma Yang Ada Diindonesia Beserta Contohnya.

Apa yang dimkasud norma ? Norma atau kaidah ialah ketentuan yang menata tingkah laku insan dalam masyarakat. Ketentuan itu mengikat untuk setiap insan yang hidup dalam lingkungan berlakunya norma tersebut, dalam makna setiap orang yang hidup dalam lingkungan berlakunya norma itu harus menaatinya.

Di balik peraturan tersebut terdapat nilai yang menjadi landasan bertingkah laku untuk manusia. Oleh sebab itu, norma adalahunsur luar dari suatu peraturan yang menata tingkah laku insan dalam masyarakat, sementara nilai adalahunsur dalamnya atau bagian kejiwaan di balik peraturan yang menata tingkah laku tersebut.

Pengertian Norma

Pada lazimnya norma melulu berlaku dalam sebuah lingkungan masyarakat tertentu atau dalam sebuah lingkungan etnis tertentu atau dalam sebuah wilayah negara tertentu.

Namun demikian terdapat pula norma yang mempunyai sifat universal, yang berlaku di seluruh wilayah dan seluruh umat manusia, seperti contohnya larangan mencuri, membunuh, menyiksa, memperkosa, dan lain-lain.

Di dalam masyarakat ada bermacam-macam norma.

Jenis-jenis norma antara lain:
Contoh Pelenggaran Norma Kesusilaan
1. Norma susila, yaitu ketentuan hidup yang berasal dari hati nurani manusia. Norma susila menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Norma susila yang mendorong insan untuk kebajikan akhlak pribadinya.

Norma susila melarang insan untuk melakukan tidak baik, karena berlawanan dengan hati nurani setiap insan yang normal.

Contoh-contoh norma susila antara lain:

  • Jangan menculik barang kepunyaan orang lain.
  • Jangan membunuh sesama manusia.
  • Hormatilah sesamamu.
  • Bersikaplah jujur.
Norma susila mempunyai sanksi atau ancaman hukuman untuk yang melanggar norma itu dan sanksinya ialah perasaan manusia tersebut sendiri, yang akibatnya ialah penyesalan.

2. Norma kesopanan, yaitu peraturan hidup yang berasal dari pergaulan dalam masyarakat. Dasar dari norma kesopanan ialah kepantasan, kelaziman dan kepatutan yang berlaku dalam masyarakat.

Norma kesopanan sering disebut norma sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma sopan santun yang aktual dan khas bertolak belakang antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain.

Contoh-contoh norma kesopanan, antara lain:

  • Yang muda mesti memuliakan yang lebih tua usianya.
  • Berangkat ke sekolah mesti berpamitan dengan orang tua terlebih dahulu.
  • Memakai pakaian yang layak dan apik dalam mengekor pelajaran di sekolah.
  • Janganlah meludah di dalam kelas.

Mengucapkan Salam, mengetuk Pintu merupakan misal Penerapan Norma Kesopanan di Indonesia.Untuk mereka yang melanggar norma kesopanan, sanksi yang dijatuhkan bakal menimbulkan cacian dari sesamanya.

dan cacian itu bisa berwujud kata-kata, sikap kebencian, pandangan rendah dari orang sekelilingnya, dijauhi dari pergaulan, sampai-sampai akan memunculkan rasa malu, rasa hina, rasa dikucilkan yang dialami sebagai penderitaan batin.

3. Norma agama, yaitu peraturan hidup yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, yang isinya berupa larangan, perintah-perintah, dan ajaran. Norma agama berasal dari wahyu Tuhan dan memiliki nilai yang mendasar yang mewarnai sekian banyak  norma yang lain, laksana norma susila, norma kesopanan, dan norma hukum. 

Contoh-contoh norma agama, antara lain:

  • Tidak boleh membunuh sesama manusia.
  • Tidak boleh merampok harta orang lain.
  • Tidak boleh melakukan cabul.
  • Hormatilah bapak ibumu.
Terhadap pelanggar norma agama bakal dikenakan sanksi oleh Tuhan besok di akhirat nanti, yang bisa berupa dimasukkan dalam neraka.

4. Norma hukum, yaitu peraturan yang diciptakan oleh pejabat yang berwenang yang memiliki sifat memaksa untuk mengayomi kepentingan insan dalam per­gaulan hidup di masyarakat dan menata tata tertib kehidupan ber­masyarakat. 

Contoh sejumlah norma hukum, antara lain:
- Pasal 362 KUHP yang mengaku bahwa barang siapa memungut sesuatu barang yang seluruhnya atau beberapa milik orang lain, dengan maksud untuk dipunyai secara melawan hukum, ditakut-takuti karena pencopetan dengan pidana penjara sangat lama lima tahun atau denda paling tidak sedikit enam puluh rupiah.

- Pasal 1234 BW mengaku bahwa tiap-tiap perikatan ialah untuk menyerahkan sesuatu, untuk melakukan sesuatu atau guna tidak melakukan sesuatu.

-  Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 (Undang-Undang mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang) mengaku bahwa masing-masing orang yang mengadukan terjadinya sangkaan tindak pidana pencucian uang.

mesti diberi perlindungan eksklusif oleh negara dari bisa jadi ancaman yang membahayakan diri, jiwa, dan atau hartanya, tergolong keluarganya.

- Pasal 51 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 (Undang-Undang mengenai Pemerintahan Daerah) mengaku bahwa Kepala Daerah dibebastugaskan oleh Presiden tanpa melewati Keputusan DPRD bilamana terbukti mengerjakan tindak pidana durjana yang ditakut-takuti dengan hukuman lima tahun atau lebih atau ditakut-takuti dengan hukuman mati sebagaimana yang ditata dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Untuk pelanggar norma hukum bisa dikenakan sanksi berupa pidana penjara ataupun denda maupun pembatalan atau pengakuan tidak sahnya suatu pekerjaan atau perbuatan, dan sanksi itu dapat dipaksakan oleh penguasa atau lembaga yang berwenang. 

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close