Selasa, Desember 05, 2017

Pegertian Narkotika, Menurut UUD, Penggolongan, Arti Zat Adiktif Dan Juga Psikotropika.

Narkotika ialah suatu obat atau zat alami, sintetis maupun sintetis yang dapat mengakibatkan turunnya kesadaran, menghilangkan atau meminimalisir hilang rasa atau nyeri dan evolusi kesadaran yang memunculkan ketergantungna bakal zat itu secara terus menerus. Contoh narkotika yang terkenal ialah seperti ganja, eroin, kokain, morfin, amfetamin, dan lain-lain.

Pengertian narkotika menurut keterangan dari Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997 : Narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan baik sintetis maupun semi sintetis yang mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilang rasa, meminimalisir sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat memunculkan ketergantungan.

Golongan narkotik menurut bahan pembuatannya :

1. Narkotika Alami
Zat dan obat yang langsung dapat dipakai sebagai narkotik tanpa butuh adanya proses fermentasi, isolasi dan proses lainnya terlebih dahulu karena dapat langsung digunakan dengan tidak banyak proses sederhana. Bahan alami itu umumnya tidak boleh dipakai untuk terapi penyembuhan secara langsung sebab terlalu beresiko. Contoh narkotika alami yaitu laksana ganja dan daun koka.

Pengertian Narkotika Dan Psikotropika

2. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis
Narkotika jenis ini membutuhkan proses yang mempunyai sifat sintesis untuk kebutuhan medis dan riset sebagai penghilang rasa sakit / analgesik. Contohnya yaitu laksana amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika sintetis dapat menimbulkan akibat :

  • Depresan = menciptakan pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri.
  • Stimulan = menciptakan pemakai energik dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar.
  • Halusinogen = dapat menciptakan si pemakai jadi berhalusinasi yang mengolah perasaan serta pikiran.


3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis
yaitu zat / obat yang diproduksi dengan teknik isolasi, ekstraksi, dan beda sebagainya laksana heroin, morfin, kodein, dan lain-lain.

Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, atau lebih tidak jarang disingkat Napza, mengacu pada kumpulan senyawa yang lazimnya mempunyai risiko kecanduan untuk pemakainya. Napza dikenal pun dengan istilah narkoba.

Berdasarkan keterangan dari pakar kesehatan, napza sebenarnya ialah senyawa-senyawa yang biasa digunakan untuk membius pasien saat berkeinginan dioperasi atau obat-obatan guna penyakit tertentu. Namun sekarang persepsi tersebut disalahartikan dampak pemakaian di luar peruntukan dan takaran yang semestinya.

Narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat memunculkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

Cara kerjanya memprovokasi susunan syaraf yang bisa membuat anda tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh anda disakiti sekalipun. Narkotika digolongkan menjadi tiga kelompok sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut.

Yang tergolong jenis narkotika merupakan:

- Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tumbuhan ganja, dan damar ganja.
- Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang berisi bahan itu di atas.

Psikotropika ialah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melewati pengaruh selektif pada rangkaian saraf pusat yang mengakibatkan perubahan pada kegiatan mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Terdapat empat kelompok psikotropika menurut keterangan dari undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 mengenai narkotika, maka psikotropika kelompok I dan II dimasukkan ke dalam kelompok narkotika.

Dengan demikian ketika ini bilamana bicara masalah psikotropika melulu menyangkut psikotropika kelompok III dan IV cocok Undang-Undang No. 5/1997. Psikotropika disebut pun sebagai bahan beda yang tidak berisi narkotika, adalah zat produksi atau hasil rekayasa yang diciptakan dengan menata struktur kimia.

Dapat memprovokasi atau mengubah suasana mental dan tingkah laku pemakainya. Zat yang tergolong psikotropika antara lain:

- Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

- Jenis Psikotropika tidak jarang dikaitkan dengan istilah Amfetamin, di mana Amfetamin terdapat 2 jenis yakni MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama beda fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain ialah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat menjangkau 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Disebut pun shabu, SS, ice.

Zat adiktif ialah zat-zat yang dapat membuat ketagihan andai dikonsumsi secara berkala. Bahan adiktif riskan termasuk bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat digunakan sebagai pengganti morfina atau kokaina yang bisa mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

- Alkohol yang berisi ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang didapatkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik andai aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
- Nikotin
- Kafein
- Zat Desainer

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close