Jumat, Desember 08, 2017

Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli Dan Pakar, Serta UUD, Struktur Organisasi Koperasi, Dan Prinsip-Prinsip Koperasi.

Koperasi ialah badan hukum yang menurut atas harapan kekeluargaan yang anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan destinasi untuk mensejahterakan anggotanya.

Umumnya koperasi dikendalikan secara bareng oleh semua anggotanya, dimana masing-masing anggota mempunyai hak suara yang sama dalam masing-masing keputusan yang dipungut koperasi. Pembagian deviden koperasi biasa dinamakan sisa hasil usaha atau SHU seringkali dihitung menurut andil.

Pengertian Koperasi Menurut Keterangan Dari Para Ahli Dan Pakar
Definisi Koperasi menurut keterangan dari ILO (Internasional Labour Organization)

  • Penggabungan orang-orang menurut kesukarelaan
  • Terdapat destinasi ekonomi yang hendak dicapai
  • Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang dipantau dan dikendalikan secara demokratis
  • Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
  • Anggota koperasi menerima resiko dan guna secara seimbang


Pengertian Koperasi Menurut Arifinal Chaniago
Koperasi sebagai sebuah perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kemerdekaan kepada anggota guna masuk dan keluar, dengan berkolaborasi secara kekeluargaan menjalankan usaha guna mempertinggi kesejahteraan jasmaniah semua anggotanya.

Pengertian Koperasi Menurut P.J.V. Dooren
There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective.

Pengertian Koperasi

Jika ditafsirkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ”Tidak ada pengertian tunggal (untuk coopertive) yang lazimnya diterima, namun prinsip yang umum menyatakan bahwa serikat koperasi ialah sebuah asosiasi anggota, baik individu atau perusahaan, yang sudah secara sukarela datang bersama-sama dalam memburu tujuan ekonomi umum”.

Pengertian Koperasi Menurut Hatta ( Bapak Koperasi Indonesia )
Koperasi ialah usaha bareng untuk membetulkan nasib penghidupan ekonomi menurut tolong-menolong. Semangat tolong membantu tersebut didorong oleh kemauan memberi jasa kepada sahabat menurut “seorang buat seluruh dan seluruh buat seorang”.


Pengertian Koperasi Menurut Munkner
Koperasi sebagai organisasi tolong membantu yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial laksana yang dikandung gotong royong .

Pengertian Koperasi Menurut UU No. 25 / 1992
Koperasi ialah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya menurut prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

Dari sejumlah pengertian diatas sampai-sampai dapat kami simpulkan, bahwa Koperasi ialah suatu perkumpulan orang orang atau badan hukum yang tujuannya guna kesejahteraan bareng dan didalam perkumpulan itu berisi azas kekeluargaan yang saling bergotong royong dan tolong membantu diantara anggota koperasi.

PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
- PRINSIP-PRINSIP MUNKNER

  • Keanggotaan mempunyai sifat sukarela
  • Keanggotaan terbuka
  • Pengembangan anggota
  • Identitas sebagai empunya dan pelanggan
  • Manajemen dan pengawasan dilakukan scr demokratis
  • Koperasi sbg kelompok orang-orang
  • Modal yang sehubungan dg aspek sosial tidak dibagi
  • Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
  • Perkumpulan dengan sukarela
  • Kebebasan dalam pemungutan keputusan dan penetapan tujuan
  • Pendistribusian yang adil dan merata bakal hasil-hasil ekonomi
  • Pendidikan anggota

- PRINSIP ROCHDALE

  • Pengawasan secara demokratis
  • Keanggotaan yang terbuka
  • Bunga atas modal dibatasi
  • Pembagian saldo hasil usaha untuk anggota seimbang dengan jasa masing-masing
  • anggota
  • Penjualan sepenuhnya dengan tunai
  • Barang-barang yang dipasarkan harus pribumi dan tidak yang dipalsukan
  • Menyelenggarakan pendidikan untuk anggota dengan prinsip-prinsip anggota
  • Netral terhadap politik dan agama

- PRINSIP RAIFFEISEN

  • Swadaya
  • Daerah kerja terbatas
  • SHU guna cadangan
  • Tanggung jawab anggota tidak terbatas
  • Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
  • Usaha melulu kepada anggota
  • Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang

- PRINSIP HERMAN SCHULZE

  • Swadaya
  • Daerah kerja tak terbatas
  • SHU guna cadangan dan untuk diberikan kepada anggota
  • Tanggung jawab anggota terbatas
  • Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
  • Usaha tidak terbatas tidak melulu untuk anggota

- PRINSIP ICA

  • Keanggotaan koperasi secara tersingkap tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat
  • Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara
  • Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)
  • SHU dipecah 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota cocok dengan jasa masing-masing
  • Semua koperasi mesti mengemban pendidikan secara terus menerus
  • Gerakan koperasi mesti mengemban kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional


- PRINSIP KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967

  • Sifat keanggotaan sukarela dan tersingkap untuk masing-masing warga negara Indonesia
  • Rapat anggota merupakan dominasi tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi
  • Pembagian SHU ditata menurut keterangan dari jasa setiap anggota
  • Adanya pembatasan bunga atas modal
  • Mengembangkan kesejahteraan anggota terutama dan masyarakat pada umumnya
  • Usaha dan ketatalaksanaannya mempunyai sifat terbuka

- PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992

  • Keanggotaan mempunyai sifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilaksanakan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilaksanakan secara adil cocok dengan jasa usaha setiap anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi

ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI

Organisasi Koperasi Berdasarkan keterangan dari Hanel
Organisasi ditafsirkan sebagai sebuah system social ekonomi atau social teknik, yang tersingkap dan berorientasi pada tujuan. Maka sub-sub system organisasi koperasi terdiri dari :

  • Anggota koperasi sebagai pribadi yang beraksi sebagai empunya dan konsumen akhir.
  • Anggota koperasi sebagai pengusaha perorangan maupun kumpulan yang memanfaatkan koperasi sebagai pemasok.
  • Koperasi sebagai badan usaha yang melayani anggota koperasi dan masyarakat.

Organisasi Koperasi Berdasarkan keterangan dari Ropke.
Ropke mengidentifikasikan cirri-ciri inilah ini :

  • Terdapat sejumlah pribadi yang bersatu dalam suatu kumpulan atas dasar destinasi yang sama, yang disebut kumpulan kopeasi
  • Terdapat anggota koperasi yang bergabung dalam kumpulan usaha guna memperbaiki situasi social ekonomi mereka sendiri, dinamakan swadaya dari kumpulan koperasi
  • Koperasi sebgai perusahaan memiliki tugas guna menunjang kepentingan semua anggota kumpulan koperasi, dengan teknik menyediakan barang dan jasa yang diperlukan anggotanya.

Jadi bisa ditarik benang merah bahwa,
anggota koperasi terdiri dari sejumlah pihak :

  1. Anggota koperasi
  2. Badan usaha koperasi
  3. Organisasi koperasi.

Struktur organisasi di Indonesia
Secara umum, struktur dan tatanan manajemen koperasi Indonesia bisa diruntut menurut perlengkapan organisasi koperasi, yakni :

1. Rapat anggota
Merupakan sebuah wadah dari semua anggota koperasi yang diorganisasikan oleh pengurus koperasi, untuk merundingkan kepentingan organisasi meupun usaha koperasi, dalam rangka memungut keputusan dengan suara terbanyak dari semua angota yang hadir.

Rapat anggota sebagai pemegang kuasa tertinggi dalam koperasi sebab mempunyai status yang paling menilai, berwibawa dan menjadi sumber dari segala keputusan atau perbuatan yang dilakukan oleh perlengkapan organisasi koperasi dan pera pengelola usaha koperasi.

2. Pengurus 
ialah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melewati rapat anggota, yang bertugas mengelola organisasi dan usaha. Pasal 29 ayat (2) meyebutkan, bahwa “pengurus adalahpemegang kuasa rapat anggota”.

Kedudukan pengurus sebagai penerima mandate dari empunya koperasi dan memiliki faedah dan wewenang sebagai penyelenggara keputusan rapat anggota paling strategis & menilai maju mundurnya koperasi.

3. Pengawas 
ialah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandate untuk mengerjakan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.

4. Pengelola 
ialah mereka yang diusung dan dibebastugaskan oleh pengurus guna mengembangkan usaha koperasi secara tepat guna dan professional. Karena tersebut kedudukan penglola ialah sebagai karyawan atau pegawai yang diserahkan kuasa dan wewenang oleh pengurus.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close