Rabu, Desember 06, 2017

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli, Komponen Komunikasi, Fungsi Komunikasi Dan Proses Komunikasi.

Komunikasi ialah "suatu proses di mana seseorang atau sejumlah orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan memakai informasi supaya terhubung dengan lingkungan dan orang lain".

Pada umumnya, komunikasi dilaksanakan secara lisan atau verbal yang bisa dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak terdapat bahasa verbal yang bisa dimengerti oleh keduanya.

komunikasi masih dapat dilaksanakan dengan memakai gerak-gerik badan, mengindikasikan sikap tertentu, contohnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengusung bahu. Cara laksana ini dinamakan komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Komunikasi ialah suatu proses paparan informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak untuk pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilaksanakan secara lisan atau verbal yang bisa dimengerti oleh kedua belah pihak.

Pengertian Komunikasi

bilamana tidak terdapat bahasa verbal yang bisa dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilaksanakan dengan memakai gesture tubuh, mengindikasikan sikap tertentu, contohnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengusung bahu. Cara laksana ini dinamakan komunikasi nonverbal.

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Dan Pakar
Pengertian Komunikasi Menurut James A.F.Stoner: Komunikasi adalahproses dimana seseorang yang sedang berjuang memberikan definisi dengan teknik pemindahan pesan.

Pengertian Komunikasi Menurut Prof. Drs. H.A.W: Komunikasi ialah hubungan kontak antara insan baik pribadi ataupun kelompok.

Pengertian Komunikasi Menurut Everett M. Rogers: Komunikasi ialah proses di mana sebuah ide dipindahkan dari sumber yang satu untuk satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengolah tingkah laku mereka.

Pengertian Komunikasi Menurut Rogers & D. Lawrence Kincaid: Komunikasi ialah suatu proses di mana dua orang atau lebih menyusun atau mengerjakan pertukaran informasi satu dengan yang lainnya, yang pada gilirannya bakal tiba pada saling definisi yang mendalam.

Pengertian Komunikasi Menurut Shannon & Weaver: Komunikasi ialah bentuk interaksi insan yang saling pengaruh dan memengaruhi satu sama lainnya, baik tersebut secara disengaja ataupun tidak disengaja. Tidak terbatas pada format komunikasi memakai bahasa verbal, tetapi pun dalam urusan ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.

Pengertian Komunikasi Menurut Raymond S. Ross: Komunikasi ialah suatu proses menyortir, memilih dan mengantarkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga menolong pendengar membangunkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.

Pengertian Komunikasi Menurut Prof. Dr. Alo Liliweri: Komunikasi ialah pengalihan sebuah pesan dari satu sumber untuk penerima supaya dapat dipahami.

Pengertian Komunikasi Menurut Bernard Berelson & Gary A. Steiner: Komunikasi ialah transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan memakai simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang dinamakan dengan komunikasi.

Pengertian Komunikasi Menurut John R. Wenburg dan William W Wilmot: Komunikasi ialah suatu usaha untuk mendapat  makna.

Pengertian Komunikasi Menurut Carl I.Hovland: Komunikasi ialah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) mengucapkan rangsangan untuk mengolah perilaku orang lain

Pengertian Komunikasi Menurut Harorl D. Lasswell:  Komunikasi pada dasarnya adalahsuatu proses yang menyatakan siapa, menuliskan apa, dengan drainase apa, untuk siapa? Dengan dampak apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)

Pengertian Komunikasi Menurut Judy C pearson & Paul E melson: Komunikasi ialah proses mengetahui makna dan berbagi arti kepada pribadi atau sekelompok orang.

Pengertian Komunikasi Menurut Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss: Komunikasi ialah proses eksodus makna yang terjadi salah satu dua orang atau lebih.

Pengertian Komunikasi Menurut William I. Gordon: Komunikasi secara ringkas bisa didefinisikan sebagai sebuah transaksi dinamis yang melibatkan usulan dan perasaan.

Pengertian Komunikasi Menurut Djenamar. SH: Komunikasi ialah seni untuk mengucapkan informasi, ide-ide, seseorang untuk orang lain.

Pengertian Komunikasi Menurut William Albig: komunikasi ialah proses eksodus kata yang mempunyai makna salah satu individu-individu maupun kelompok.

Pengertian Komunikasi Menurut Anwar Arifin: Komunikasi adalahsuatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dipisahkan menurut komunikasi sebagai proses sosial.

Komunikasi pada arti ini terdapat dalam konteks ilmu sosial, di mana para berpengalaman ilmu sosial mengerjakan penelitian dengan memakai pendekatan komunikasi yang secara umum memusatkan pada pekerjaan manusia dan kaitannya terhadap pesan dengan perilaku.

Pengertian Komunikasi Menurut Murphy & Mendelson: Komunikasi adalahsuatu usaha yang dilaksanakan untuk membina dan menjaga hubungan interpersonal.

Pengertian Komunikasi Menurut Aristoteles: komunikasi ialah usaha yang bermanfaat sebagai alat untuk warga masyarakat guna dapat berpartisipasi dalam demokrasi.

Pengertian Komunikasi Menurut Redi Panuju: Komunikasi ialah sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antar unsur dalam organisasi sampai-sampai menghasilkan sebuah sinergi.

Pengertian Komunikasi Menurut Hoben: Komunikasi ialah sebuah pertukaran benak atau usulan yang dikatakan secara verbal.

Pengertian Komunikasi Menurut Anderson: Komunikasi adalahproses pertukaran maksud yang terjadi secara dinamis dan secara konstan berubah cocok dengan kondisi yang berlaku.

Pengertian Komunikasi Menurut Barnlund: Komunikasi timbul sebab didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk meminimalisir rasa ketidakpastian, beraksi secara efektif, dan menjaga atau memperkuat ego.

Pengertian Komunikasi Menurut Lexicographer: Komunikasi ialah upaya yang bertujuan berbagi untuk menjangkau kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan ialah tujuan yang diharapkan oleh keduanya.

Sedangkan, Berdasarkan keterangan dari William F. Glueck, komunikasi terbagi menjadi dua bentuk, antara beda sebagai berikut.

- Interpersonal Communications atau komunikasi antar individu , maksudnya ialah proses pertukaran informasi dan pun pemindahan definisi antara dua orang atau lebih di dalam suatu kumpulan kecil.

- Organization Communications adalah proses dimana penceramah secara sistematis menyerahkan informasi serta mengalihkan pengertian kepada tidak sedikit orang dalam sebuah organisasi, untuk pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang masih terbelenggu hubungan.

Sejarah Komunikasi
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'.Communico, communicatio atau communicare yang berarti menciptakan sama (make to common).Secara simpel komuniikasi bisa terjadi bilamana ada keserupaan antara paparan pesan dan orang yang menerima pesan.

Oleh karena itu, komunikasi bergantung pada keterampilan kita guna dapat mengetahui satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).

Pada awalnya, komunikasi dipakai untuk mengungkapkan keperluan organis.Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme mula digunakan guna reproduksi.Seiring dengan perubahan kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang dipakai dalam berkomunikasi pun ikut berevolusi dan membuka kesempatan terjadinya perilaku yang lebih rumit laksana tarian kawin pada ikan.

Manusia berkomunikasi guna membagi pengetahuan dan pengalaman.Bentuk umum komunikasi insan termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi bisa berupa interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.

Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dicerna oleh pihak lain.[Akan tetapi, komunikasi melulu akan efektif bilamana pesan yang dikatakan dapat diartikan sama oleh penerima pesan tersebut.

Walaupun komunikasi telah dipelajari semenjak lama dan tergolong “barang antik”, topik ini menjadi penting terutama pada abad 20 sebab pertumbuhan komunikasi dicerminkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, urusan ini dikarenakan penambahan teknologi komunikasi yang pesat laksana radio.Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia.

Komunikasi dalam tingkat akademi barangkali telah mempunyai departemen sendiri di mana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi untuk pembawa acara, humas dan lainnya, tetapi subyeknya bakal tetap. Pekerjaan dalam komunikasi menggambarkan keberagaman komunikasi tersebut sendiri.

Fungsi-Fungsi Komunikasi
1. Fungsi Komunikasi Berdasarkan keterangan dari Para Pakar Komunikasi

- Berdasarkan keterangan dari Thomas M. Scheidel
Kita berkomunikasi khususnya untuk mengaku dan menyokong identitas-diri, untuk membina kontak social dengan orang di dekat kita, dan untuk memprovokasi orang lain guna merasa, berpikir, atau berperilaku laksana yang anda inginkan.

- Berdasarkan keterangan dari Gordon I. Zimmerman et al
Tujuan komunikasi dipecah menjadi dua kategori. Pertama, anda berkomunikasi untuk menuntaskan tugas-tugas yang penting untuk kebutuhan anda – guna memberi santap dan pakaian untuk diri-sendiri, memuaskan kepenasaran anda akan lingkungan, dan merasakan hidup. Kedua, anda berkomunikasi untuk membuat dan memupuk hubungan dengan orang lain.

- Berdasarkan keterangan dari Rudolf F. Verderber
Komunikasi memiliki dua fungsi. Pertama, faedah social, yaitu untuk destinasi kesenangan, guna menunjukan ikatan dengan orang lain, membina dan merawat hubungan.

Kedua, faedah pengambilan keputusan, yakni menyimpulkan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu pada ketika tertent, seperti: apa yang bakal kita santap pagi hari, apakah anda akan kuliah atau tidak, bagaimana belajar menghadapi tes.

- Berdasarkan keterangan dari Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson
Komunikasi memiliki dua faedah umum. Pertama, guna kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, menambah kesadaran pribadi, memperlihatkan diri anda sendiri untuk orang beda dan menjangkau ambisi pribadi. Kedua, guna kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk membetulkan hubungan sosial dan mengembangkan eksistensi suatu masyarakat.

- Berdasarkan keterangan dari William I.Gordon
Komunikasi memiliki empat faedah menurut keterangan dari kerangka yang dikemukakan, yakni:

1. Komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial minimal mengisyaratkan bahwa komunikasi urgen untuk membina konsep diri kita, aktualisasi-diri, guna kelangsungan hidup, untuk mendapat  kebahagiaan, terhindar dari desakan dan ketegangan, antara beda lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

2. Komunikasi ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan memprovokasi orang lain, tetapi dapat dilaksanakan sejauh komunikasi itu menjadi instrument untuk mengucapkan perasaan-perasaan  (emosi) kita.

3. Komunikasi ritual
Komunikasi rutual bertujuan guna komitmen mereka untuk tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideology, atau agama mereka.

4. Komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai sejumlah tujuan umum: menginformasikan, mengajak, mengolah sikap dan keyakinan, dan mengolah perilaku atau menggerakan tindakan, dan pun menghibur.

2. Fungsi  Komunikasi  Dalam  Kehidupan  Pribadi,  Hubungan Dengan  Orang Lain,  Dilingkungan  Masyarakat  Dan  Tempat Kerja

- Kehidupan Pribadi
Berdasarkan keterangan dari  Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson komunikasi bermanfaat secara individu dan pun sosial. Fungsi komunikasi untuk kehidupan individu antara beda pembentukan citra,keselamatan diri, dan bertambahnya kesadaran diri.

Komunikasi sangat urgen dalam menyusun citra diri, konsep diri, aktualisasi diri. Manusia dikategorikan sebagai makhluk sosial. Jaddi insan bukan Single Fighter macam paus bongkok atau laba-laba blackwidow. Manusia memang mungkin dapat hidup seorang diri pada situasi tertentu.

- Hubungan Dengan Orang Lain
Komunikasi ialah sebuah proses paparan pesan untuk seseorang dengan destinasi atau maksut kesepahaman. Komunikasi juga juga dapat disebut interaksi. Komunikasi tersebut tidak hanya dilangsungkan dalam suatu ruang hampa sosial namun komunikasi juga dilangsungkan dalam kondisi tertentu.

Tujuan anda berkomunikasi ialah bukan melulu untuk mengenal diri sendiri melaikan pun mengenal diri orang beda , saya dan anda bisa mengetahui dunia luar, membuat dan merawat sebuah hubungan dengan orang lain, dan masih tidak sedikit lain tujuan-tujuan berkomunikasi.

Komunikasi tersebut bisa dilangsungkan dalam suatu hubungan. Hubungan pertemanan , hubungan dalam keluarga, hubungan di lingkungan hidup , dan masih tidak sedikit lagi.

- Dilingkungan Masyarakat
Tentang faedah komunikasi untuk masyarakat dilingkungan, ini dapat dicermati dari artikel William I. Gorden (1978) dan apresiasi Mulyana (2007:5-38) menuliskan bahwa sedikitnya empat faedah yang komunikasi untuk masyarakat, yaitu komunikasi bermanfaat sebagai: (1) sumber penambahan pola sosial; (2) sumber peningkatan keterampilan daya ekspresif; (3) sumber penambahan pola ritual; dan (4) sumber instrumental peradaban hidup.

Berdasarkan keterangan dari Mulyana, dalam prosesnya keempat faedah ini saling memenuhi dan tidak saling meniadakan (mutually exclusive), ingin ada suatu faedah yang lebih berpengaruh pengaruhnya ke masyarakat ketimbang yang lainnya.

Fungsi kesatu ialah komunikasi bermanfaat terhadap masyarakat sebab mampu menambah pola-pola sosial. Peningkatan yang maksud yakni dapat membangun konsep diri insan maupun aktualisasi diri guna kelangsungan hidup kita, serta untuk mendapat  kebahagiaan, terhindar dari desakan atau ketegangan.

melewati komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan kerja sama dengan komunikasi dengan orang beda (misalnya melewati keluarga, kumpulan belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota, dan negara) kesemuanya guna mencapai sekian banyak  tujuan hidup bersama.

Fungsi kedua ialah komunikasi bermanfaat terhadap masyarakat sebab sebagai  sumber peningkatan keterampilan daya ekspresif yang dilaksanakan baik secara sendirian ataupun dalam kelompok.

Berdasarkan keterangan dari Mulyana bahwa, komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan memprovokasi orang lain, tetapi dapat dilaksanakan sejauh komunikasi itu menjadi instrumen untuk mengucapkan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan itu dikomunikasikan terutama melewati pesan-pesan nonverbal.

Perasaan seperti: sayang, peduli, rindu, simpatik, gembira, sedih, takut, prihatin, marah, dan benci, kesemuanya dikatakan sebagai simbol ekspresif yang dikatakan lewat ucapan-ucapan (namun khususnya lewat perilaku nonverbal) dan melewati media tertentu (musik, lukisan, drama, dan tari-tarian).

Fungsi ketiga ialah komunikasi bermanfaat terhadap masyarakat sebab sebagai  sumber penambahan pola ritual melewati upacara-upacara keagamaan dari agama tertentu. Sebagai unsur dari proses komunikasi, menurut keterangan dari Mulyana bahwa pekerjaan ritual tersebut dilangsungkan dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, pernikahan, ulang tahun perkawinan, sampai upacara kematian.

Dalam acara-acara tersebut, orang mengucapkan ucapan-ucapan atau memperlihatkan perilaku-perilaku simbolik yang mencerminkan komunikasi ritualisasi. Berkaitan proses komunikasi tersebut, pekerjaan ritus-ritus pun dilakukan, seperti: pekerjaan berdoa (sholat, sembahyang, dan misa), membaca buku suci, naik haji, upacara bendera, upacara wisuda, perayaan lebaran, dan natal, kesemuanya dinamakan komunikasi ritual.

Secara sosiologis, mereka yang berpartisipasi dalam format komunikasi ritual itu adalahpenegasan dari hubungan masyarakat melewati keluarga, komunitas, suku atau etnis, bangsa, negara, dan keagamaan.

Fungsi keempat ialah komunikasi bermanfaat terhadap masyarakat sebab sebagai  sumber instrumental peradaban hidup, laksana sebagai: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengolah sikap dan keyakinan, mengolah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan sebagai sumber hiburan. Kesemuanya bagian instrumen ini menunjukkan proses persuasif (membujuk).

Komunikasi yang bermanfaat memberi-tahukan atau menjelaskan (to inform) menurut keterangan dari Mulyana, bahwa berisi muatan persuasif, dalam makna bahwa pembicara mengharapkan pendengarnya meyakini bahwa kenyataan atau informasi yang disampaikannya akurat dan pantas untuk diketahui.

ahkan komunikasi yang sifatnya menghibur (to entertain) juga secara tidak langsung ditujukan untuk merayu khalayak untuk dapat melupakan permasalahan hidup mereka. Secara sosiologis, komunikasi bermanfaat sebagai instrumen dalam rangka untuk menjangkau tujuan-tujuan individu dan pekerjaan, baik untuk destinasi jangka pendek maupun dalam rangka jangka yang panjang.

Tujuan yang jangka pendek contohnya untuk mendapat  pujian, menumbuhkan kesan yang baik, mendapat  simpati dan empati, deviden material, ekonomi, dan politik. Sedangkan untuk destinasi yang jangka panjang, contohnya keahlian berkata di depan orang atau pandai berpidato, berpengalaman perundingan, menjadi politikus handal, pandai berbahasa asing, dan kemahiran menulis.

- Tempat Kerja
Komunikasi adalah proses pertukaran konsep/ ide/ gagasan/ perasaan  antara dua orang atau lebih. Komunikasi butuh dibangun ditempat kerja guna memperlancar jalannya pengamalan tugas. Contohnya di dalam manajemen organisasi.

Adanya Komunikasi adalah basis untuk mengerjakan kerjasama interaksi dan memiliki pengaruh di dalam manajemen organisasi contohnya dalam hal:

  • Pengambilan keputusan menurut informasi yang diterima dan akurat serta jelas sumber-sumbernya.
  • Menempatkan posisi atau tempat pengambil keputusan, contohnya top management atau middle management.
  • Menetapkan sasaran dan tujuan, yakni perlunya kesatuan pendapat atau konsensus bersama untuk pihak-pihak yang terlibat,baik individual maupun dengan pencapaian sasaran dan destinasi utama organisasi.

Myers & Myers (dalam Ruslan, 2002, p.103) melafalkan bahwa secara luas faedah Komunikasi pada sebuah tingkat organisasi dapat diteliti sebagai berikut:

1. Produksi dan pengaturan

  • Menentukan rencana sasaran dan tujuan.
  • Merumuskan bidang-bidang masalah.
  • Mengkoordinasi tugas-tugas secara fungsional.
  • Instruksi, petunjuk, dan perintah guna melaksanakan faedah serta tugas-tugas yang mesti dilakukan oleh bawahan.
  • Memimpin dan memprovokasi serta guna memotivasi bawahan.
  • Menentukan stándar hasil prestasi dan kerja karyawan.
  • Bagi menilai prestasi karyawan.

2. Sosialisasi (pemasyarakatan)

  • Berkaitan dengan yang memprovokasi harga diri, kebanggaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab dari pihak bawahan.
  • Human relations antar individu dan manajemen organisasi.
  • Memotivasi guna menyatukan kemauan dan destinasi antara individu-individu dengan sasaran dan destinasi pokok organisasi atau perusahaan.

Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi ialah hal-hal yang mesti ada supaya komunikasi bisa dilangsungkan dengan baik.Berdasarkan keterangan dari Laswell komponen-komponen komunikasi merupakan:

  • Pengirim atau komunikator (sender) ialah pihak yang mengantarkan pesan untuk pihak lain.
  • Pesan (message) ialah isi atau maksud yang akan dikatakan oleh satu pihak untuk pihak lain.
  • Saluran (channel) ialah media di mana pesan dikatakan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) drainase dapat berupa udara yang menyalurkan getaran nada/suara.
  • Penerima atau komunikate (receiver) ialah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  • Umpan balik (feedback) ialah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  • Aturan yang disepakati semua pelaku komunikasi mengenai bagaimana komunikasi tersebut akan dijalankan ("Protokol")

Proses Komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi dapat digambarkan laksana berikut.

  • Komunikator (sender) yang memiliki maksud berkomunikasi dengan orang lain mengantarkan suatu pesan untuk orang yang dimaksud. Pesan yang dikatakan itu dapat berupa informasi dalam format bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang dapat dimengerti kedua pihak.
  • Pesan (message) itu dikatakan atau dibawa melewati suatu media atau drainase baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berkata langsung melewati telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
  • media (channel) perangkat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
  • Komunikan (receiver) menerima pesan yang dikatakan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan tersebut sendiri.
  • Komunikan (receiver) menyerahkan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang diantarkan kepadanya, apakah dia memahami atau mengetahui pesan yang dimaksud oleh si pengirim.


Model-model komunikasi
Dari sekian banyak  model komunikasi yang telah ada, di sini akan dibicarakan tiga model sangat utama, serta akan dirundingkan pendekatan yang mendasarinya dan bagaimana komunikasi dikonseptualisasikan dalam perkembangannya.

- Model komunikasi linear
Model komunikasi ini diajukan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam kitab The Mathematical of Communication.Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear sebab tertarik pada teknologi radio dan telepon dan hendak mengembangkan sebuah model yang dapat menyatakan bagaimana informasi melewati sekian banyak  saluran (channel).

Hasilnya ialah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).Pendekatan ini terdiri atas sejumlah elemen kunci: sumber (source), pesan (message) dan penerima (receiver).Model linear berpendapat bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima.

Tentu saja urusan ini adalah pandangan yang paling sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi.Suatu konsep urgen dalam model ini ialah gangguan (noise), yakni masing-masing rangsangan ekstra dan tidak dikehendaki yang bisa mengganggu ketelitian pesan yang disampaikan. Gangguan ini tidak jarang kali ada dalam saluran bareng sebuah pesan yang diterima oleh penerima.

- Model interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah salah satu para komunikator.Dengan kata lain, komunikasi dilangsungkan dua arah: dari pengirim dan untuk penerima dan dari penerima untuk pengirim.

Proses melingkar ini mengindikasikan bahwa komunikasi tidak jarang kali berlangsung. Para peserta komunikasi menurut keterangan dari model interaksional ialah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melewati interaksi sosial, tepatnya melewati pengambilan peran orang lain.

Patut disalin bahwa model ini menanam sumber dan penerima mempunyai status yang sederajat. Satu unsur yang penting untuk model interkasional ialah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap sebuah pesan.

- Model transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi ekspedisi dan penerimaan pesan yang dilangsungkan secara terus-menerus dalam suatu episode komunikasi.

Komunikasi mempunyai sifat transaksional ialah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap akibat dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional berpendapat bahwa ketika kita terus-menerus mengantarkan dan menerima pesan.

anda berurusan baik dengan unsur verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.

Faktor yang mempengaruhi Komunikasi 
Faktor yang memprovokasi komunikasi diantaranya :

Latar belakang budaya.
Interpretasi sebuah pesan bakal terbentuk dari pola pikir seseorang melewati kebiasaannya, sampai-sampai semakin sama latar belakang kebiasaan antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.

Ikatan kumpulan atau grup
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kumpulan sangat mempengaruhi teknik mengamati pesan.

Harapan
Harapan memprovokasi penerimaan pesan sampai-sampai dapat menerima pesan cocok dengan yang diharapkan.

Pendidikan
Semakin tinggi edukasi akan semakin perumahan sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.

Situasi
Perilaku manusia diprovokasi oleh lingkungan/situasi.

Interaksi dengan bidang ilmu lain
Dahulu orang lebih gampang memberikan pengertian tentang ilmu daripada sekarang.Dulu defenisi ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianutnya.Sekarang ilmu mendapat  posisi yang bebas dan mandiri.

Definisi ilmu bukan lagi menurut dan disaksikan dari filsafatnya, tetapi menurut pada apa yang dilakukan oleh ilmu tersebut, serta metodologinya.

Berbicara posisi Ilmu Komunikasi salah satu ilmu-ilmu lainnya, tidak bakal terlepas dari akar atau landasan Ilmu Komunikasi tersebut sendiri, di mana tidak sedikit ilmuwan nonkomunikasi menyerahkan kontribusi guna lahirnya Ilmu Komunikasi.

[Ahli politik Harold D. Lasswell. Sosiolog Max Weber, Daniel Lerner dan Everett M. Rogers. Psikolog Carl I. Hoveland dan Paul Lazarsfeld. Ahli bahasa Wilbur Schramm. Shannon dan Weaver ialah ahli matematika.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close