Sabtu, Desember 09, 2017

Pengertian Kebugaran Jasmani, Bentuk-Bentuk Kebugaran Jasmani, Prinsip-Pinsip Kebugaran Jasmani Dan Fungsinya.

Kebugaran jasmani ialah kesanggupan dan keterampilan untuk mengerjakan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami keletihan yang berarti atau berlebihan. Kebugaran jasmani ialah kondisi fisik yang sehubungan dengan keterampilan dan kesanggupan dalam mengemban pekerjaan secara optimal dan efisien.

Disadari atau tidak, sebetulnya kebugaran fisik ini adalahsalah satu keperluan manusia sebab kebugaran fisik bersenyawa dengan tubuh manusia. Bagi mengembangkan dan merawat kebugaran fisik dapat dilaksanakan dengan teknik latihan jasmani.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran fisik erat kaitannya dengan pekerjaan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan bergerak. Terdapat berbagai format latihan kebugaran jasmani, antara lain pelajaran kekuatan, pelajaran kelenturan, pelajaran keseimbangan, dan pelajaran daya tahan.

Kebugaran Jasmani dalam Kehidupan
Kebugaran fisik atau dapat juga dinamakan kesegaran fisik menyangkut keterampilan penyesuaian tubuh seseorang terhadap evolusi faal tubuh yang diakibatkan oleh kerja tertentu, dan mencerminkan derajat sehat seseorang guna berbagi tingkat pekerjaan fisik.

Dengan demikian, pada kebugaran fisik ada 3 (tiga) bagian pokok, yakni bagian sehat, bagian sesuai untuk tubuh, dan bagian kerja atau latihan..

Sesuai unsur tubuh dengan kata lain sebagai keterampilan tubuh guna menyesuaikan diri atau mengadaptasi diri terhadap kerja, sampai-sampai tidak lekas lelah dan bisa tetap giat mengemban tugasnya masing-masing.

Kerja tau pelajaran pada hakikatnya adalahpeningkatan dari proses-proses faal biokimia sebagai jawaban terhadap bertambahnya tuntutan yang mesti diserahkan pada organ-organ tubuh dan semua sistem tubuh manusia.

Sehat dari faal ialah keadaan organ-organ tubuh dalam hubungannya dengan derajat formal proses-proses dari faali. Kebugaran fisik mempunyai faedah yang paling penting untuk kehidupan seseorang dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Kebugaran jasmani memiliki peran yang sangat urgen dalam meningkatkan keterampilan kerja untuk siapa juga untuk dapat menjalankan rutinitas dan tugas-tugasnya secara optimal dan menemukan hasil yang baik.

Berdasarkan hasil seminar kebugaran fisik nasional kesatu yang diadakan di Jakarta pada tahun 1971, dipaparkan bahwa faedah kebugaran jasmani ialah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap pribadi yang bermanfaat dengan destinasi mempertinggi daya kerja dalam pembangunan dan pertahanan bangsa dan negara.

Bentuk-bentuk Kebugaran Jasmani
Berkenaan dengan pembinaan kondisi jasmani untuk menambah kebugaran jasmanai, saya dan anda butuh mengenal sejumlah undur-unsur kebugaran fisik yang butuh dilatih. Unsur-unsur kebugaran jasmani itu antara lain, kekuatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak (power) dan kelentukan.

Unsur-unsur di atas dapat diajar dengan sekian banyak  bentuk, di antaranya ialah interval training, circuit training, aerobik, jogging, dan kalestenik.

Prinsip-prinsip Latihan Kebugaran Jasmani
Setiap pribadi memerlukan kesegaran fisik yang lumayan untuk dapat mengemban rutinitasnya supaya lebih efektif dan tepat guna tanpa mengalami tantangan dan masalah keletihan yang berarti.

Tidak menimbulkan keletihan yang berarti maksudnya ialah setelah seseorang mengerjakan suatu pekerjaan atau aktivitas, masih mempunyai lumayan semangat dan tenaga untuk merasakan waktu senggangnya dan guna keperluan-keperluan lainnya yang mendadak.

Latihan yang baik dan berhasil ialah yang dilaksanakan secara teratur, seksama, sistematis, serta berkesinambungan, dengan pembebanan pelajaran (training load) yang tidak jarang kali meningkat dan bertahap masing-masing tahunnya.

 Latihan dilaksanakan secara insidential atau dilakukan sejumlah bulan menjelang pertandingan saja tidak ada dengan kata lain sama sekali. Hal itu dapat merusak pertumbuhan atlet di lantas hari.

Latihan ialah proses yang sistematis yang mesti menganut prinsip-prinsip pelajaran tertentu sampai-sampai organisasi dan mekanisme neuro-physiological atlet akan meningkat baik. Program pelajaran harus dibentuk menurut prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Prinsip Overload
Prinsip pelajaran overload ialah suatu prinsip pelajaran dengan pembebanan dalam pelajaran harus meebihi ambang rangsangan terhadap faedah fisiologi yang dilatih. Dalam mengerjakan latihan, porsi pelajaran harus bervariasi, hari-hari pelajaran berat dan mesti diselingi pula dengan hari-hari pelajaran ringan.

2. Prinsip Konsistensi
Konsistensi ialah kemauan guna melakukan pelajaran dalam masa-masa yang lumayan lama. Untuk menjangkau kondisi jasmani yang baik dibutuhkan latihan setidak-tidaknya tiga kali seminggu.

pelajaran sekali seminggu tidak akan menambah kualitas fisik, sedangkan pelajaran dua kali masing-masing minggu melulu menghasilkan penambahan kecil. Sebaliknya, pelajaran 5 – 6 kali masing-masing minggu tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan faedah organ-organ tubuh.

3. Prinsip Spesifikasi
Latihan yang spesifik akan menambah efek biologis dan memunculkan adaptasi atau penyesuaian dalam tubuh. Konsep spesifikasi diperkuat dengan fakta-fakta biomekanik dan tiap-tiap format atau tipe pelajaran mempunyai sumber energi dan keperluan oksigen yang berbeda-beda.

Yang menilai spesifikasi merupakan; (1) macam atau format latihan, (2) ukuran atau pertimbangan yang berbeda-beda, dan (3) masa-masa latihan.

4. Prinsip Progresif
Latihan secara progresif ialah suatu pelajaran pembebanan yang diserahkan pada seorang atlet mesti dinaikkan secara berangsur-angsur disesuaikan peradaban dan keterampilan atlet. Beban pelajaran yang dinaikkan dalam masa-masa singkat malah dapat mempersulit proses adaptasi fisiologis dan dapat mengakibatkan terjadinya kehancuran fisik.

5. Prinsip Individualitas
Sebenarnya tidak terdapat program pelajaran yang langsung cocol untuk semua atlet. Tiap-tiap pelajaran harus diciptakan yang cicik untuk individu sebab tidak terdapat dua orang yang serupa sama. Bagi memberi hasil yang optimal dalam prinsip individual, butuh diperhatikan: (1) respon terhadap latihan, (2) pembebanan latihan, dan (3) keterampilan penyesuaian diri.

6. Prinsip Tahap Latihan
Respon peserta terhadap latihan diprovokasi oleh etape latihan. Peserta pemula usahakan dibuka dengan takaran beban pelajaran sedang, semakin lama berlatih dosisnya semakin meningkat. Pada tingkatan untuk menjangkau kesegaran fisik yang baik perlu takaran yang lumayan berat.

7. Prinsip Periodisasi
Periodisasi ialah program jangka pendek dengan berjangka dan bertahap (periode). Jangka masa-masa program jangka pendek mesti diciptakan bertahap sepanjang tahun. Bentuk-bentuk pelajaran dan komponen-komponen yang diserahkan dalam pelajaran harus menurut keterangan dari tingkat dan jenjang yang bertahap (periode) dalam program latihan.

8. Prinsip Kestabilan
Pada saat mula tahun secara tertata dalam organisasi prestasi, prestasi dapat bertambah cepat. Namun, setelah menjangkau tingkatan prestasi tertentu, terasa bahwa prestasi susah meningkat lagi.

Fungsi Kebugaran Jasmani
Fungsi eksklusif dari kebugaran fisik terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut

- Golongan kesatu yang menurut pekerjaan/aktivitas
Misalnya kebugaran fisik yang dilaksanakan seorang atlet untuk menambah dan menjaga prestasi, kebugaran fisik oleh pekerja kantoran untuk menambah produktivitasnya, dan kebugaran jasmani untuk siswa/pelajar guna meningkatkan keterampilan belajar.

- Golongan kedua menurut keadaan
Contohnya ialah kebugaran jasmani untuk orang yang menderita cacat guna rehabilitasi, dan kebugaran jasmani untuk ibu hamil guna mempersiapkan diri menghadapi kelahiran.

- Golongan ketiga menurut umur
Misalnya pekerjaan yang dilaksanakan anak-anak untuk memicu pertumbuhan dan pertumbuhan tubuhnya, dan kebugaran fisik yang dilaksanakan oleh semua orang tua atau lansia dengan tujuan menambah daya tahan tubuhnya.

Untuk menemukan hasil yang optimal dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dibutuhkan tingkat kebugaran fisik yang optimal pula cocok dengan tuntutan kegiatannya. Kebugaran fisik tidak hanya bermanfaat dalam bidang olahraga saja, tetapi pun dalam seriap bidang kehidupan secara menyeluruh. (Baca juga: 7 Tips Agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Pancaroba)

Faktor Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani diprovokasi oleh sejumlah faktor, di antaranya ialah faktor makanan dan gizi, hal tidur dan istirahat, hal kebiasaan hidup sehat, dan hal latihan olahraga atau pelajaran jasmani. Keempat hal kebugaran fisik tersebut, masing-masing diterangkan sebagai berikut.

1. Makanan yang lumayan dan bergizi
Makanan berfungsi untuk tubuh sebagai sumber tenaga, zat-zat guna pembentukan dan pembangun sel di dalam tubuh, sebagai pertahanan tubuh, serta menambah kelancaran sekian banyak  macam proses biologi yang terjadi di dalam tubuh.

fungsi-fungsi itu dapat terpenuhi bila makanan yang anda konsumsi lumayan dan bergizi. Dengan demikian, makanan yang bergizi bakal sangat dominan terhadap kebugaran fisik seseorang.

2. Kebiasaan hidup sehat
Kebiasaan hidup sehat yang tertata dan digarap secara kontinyu bakal dapat memprovokasi tingkat kebugaran fisik seseorang. Kebiasaan ini meliputi santap dan mandi yang teratur, cuci santap sebelum makan, gosok gigi, dan cuci muka sebelum tidur, kelaziman hidup bersih, tidak melemparkan sampah sembarangan, dan masih tidak sedikit lagi.

Termasuk pun dalam urusan ini ialah menghindari kelaziman hidup yang bisa merusak tubuh laksana merokok, minum minuman keras, dan mengonsumsi narkoba.

3. Latihan olahraga atau pelajaran jasmani
Salah satu teknik untuk menambah kebugaran jasmani ialah melalui pelajaran jasmani atau olahraga secara tertata dan kontinyu. contohnya dengan mengerjakan lari pagi (jogging), senam kesegaran jasmani, senam aerobik, dan kegiatan olahraga lainnya.

Kegiatan melakukan pelajaran olahraga tersebut paling bermanfaat untuk tubuh kita khususnya untuk menata pernapasan, menata gerakan otot, menata berat badan, dan menata ketenangan berpikir.

Penelitian di Human Population Laboratory pada California Depaetemen of Health menerbitkan susunan kebiasaan yang sehubungan dengan kesehatan dan usia panjang, yaitu:

  • Olahraga secara teratur
  • Tidur secukupnya
  • Sarapan yang baik
  • Makan secara teratur
  • Kontrol berat badan, dan
  • Bebas dari cerutu dan obat-obatan.
  • d. Istirahat atau istirahat yang cukup

Selain hal di atas, terdapat satu lagi yang perlu dilaksanakan untuk menambah kebugaran jasmani yakni istirahat atau istirahat yang cukup. Orang yang tidak cukup tidur gampang sakit dan mendapat sekian banyak  gangguan fisik maupun rohani.

orang yang tidak cukup istirahat akan gampang letih, lemas bakan tidak bertenaga, tidak tenang dan cemas. Berdasarkan keterangan dari penelitian, waktu istirahat yang lumayan untuk anak umur 1 – 4 tahun ialah 12 jam per hari, umur 4 – 12 tahun ialah 10 jam per hari, orang dewasa membutuhkan waktu istirahat 5 – 7 jam dalam sehari. Bagi pelajar, rata-rata membutuhkan waktu tidur sekitar 8 jam dalam sehari.

Selanjutnya, guna mendapatkan tingkat kebugaran fisik yang optimal diperlukan sejumlah unsur-unsur kebugaran fisik berikut, yakni daya tahan, kekuatan otot, tenaga ledak otot, kecepatan, ketangkasan, kelenturan, keseimbangan,kecepatan reaksi dan koordinasi.

Dari sembilan unsur itu tidak harus masing-masing orang mesti mempunyai semuanya, akan namun disesuaikan dengan jenis kegiatan atau aktivitasnya. Jadi masing-masing orang bakal mempunyai porsi yang bertolak belakang pada pemenuhan unsur-unsur kebugaran fisik tersebut.

Latihan Peningkatan dan Pemeliharaan Kebugaran Jasmani
Usaha penambahan dan pemeliharaan kebugaran fisik tidak terlepas dari pelajaran jasmani yang membangun kesembilan bagian kebugaran jasmani. Maksud pelajaran jasmani disini ialah kegiatan fisik menurut teknik dan aturan tertentu yang bertujuan untuk menambah efesiensi faal tubuh yang berguna untuk peningkatan kebugaran jasmani.

Peningkatan yang didapatkan itu dapat disaksikan antara beda berupa peningkatan keterampilan gerak, tidak cepat lelah, dan penambahan keterampilan.

Jika seseorang memiliki kemauan untuk menambah atau merawat kebugaran jasmani, salah satu caranya ialah dengan mengerjakan latihan jasmani atau pelajaran jasmani.

Suatu pelajaran yang dimaksud guna meningkatkan keterampilan jasmani, mesti dilaksanakan menurut keterangan dari aturan dan teknik tertentu. Hal ini sehubungan pula dengan jenis pekerjaan jasmani yang terbagi dalam sejumlah jenis, yakni jenis pekerjaan yang mempunyai sifat aerobik (dengan O2), anaerobik (tanpa memakai O2), dan yang tergantung pada kemampuan (skill).

Masing-masing pekerjaan jasmani tersebut dibutuhkan unsur latihan jasmani yang tertata dan teratur dan cocok aturan yang berlaku. Dalam rangka penciptaan program pelajaran fisik, butuh diperhatikan sejumlah aturan yang mencakup tipe latihan, intensitas latihan, frekuensi dan keseimbangan.

Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
Kebiasaan tidak cukup aktif dan tidak cukup gizi yang buruk adalahpenyebab kematian yang tidak sedikit memakan korban sesudah menghisap rokok. Sekitar 30% anak remaja di Inggris meninggal sebab tembakau atau nikotin.

Latihan fisik secara tertata akan mendatangkan guna sebagai berikut.

  1. Terbangun kekuatan dan daya tahan otot, seperti; kekuatan tulang dan persendian, selain menyokong penampilan baik dalam olahraga maupun pekerjaan non olahraga.
  2. Meningkatkan daya tahan aerobik
  3. Meningkatkan fleksibilitas
  4. Membakar kalori supaya badan terhindar dari kegemukan
  5. Mengurangi stres
  6. Meningkatkan rasa bahagia.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close