Sabtu, Desember 09, 2017

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, Dan Unsur Instrinsik Maupun Extrinsik Dalam Cerpen.

Cerpen atau bisa disebut pun dengan kisah pendek adalahsuatu format prosa naratif fiktif. Cerpen ingin singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dikomparasikan karya-karya rekaan lain yang lebih panjang, laksana novella dan novel.

Cerpen adalahsalah satu jenis karya sastra yang memaparkan cerita atau kisah mengenai insan beserta seluk beluknya lewat artikel pendek dan singkat. Atau definisi cerpen yang lainnya yaitu suatu karangan fiktif yang berisi tentang kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang dikisahkan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada sebuah tokoh saja.

Pengertian Cerpen

Cerita pendek seringkali mempunyai kata yang tidak cukup dari 10.000 kata atau tidak cukup dari 10 halaman saja. Di samping itu, cerpen atau kisah pendek melulu memberikan suatu kesan tunggal yang demikian serta memfokuskan diri pada di antara tokoh dan melulu satu kondisi saja.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli
Berikut pendapat para berpengalaman mengenai keterangan tentang cerpen :

Pengertian Cerpen Menurut Sumardjo dan Saini
Cerpen ialah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi dapat saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Pengertian Cerpen Menurut KBBI
Cerpen berasal dari dua kata yaitu kisah yang berisi makna tuturan tentang bagaimana sesuatu urusan terjadi dan relatif pendek berarti cerita yang dikisahkan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang menyerahkan sebuah kesan berpengaruh serta memusatkan melulu pada satu figur saja dalam kisah pendek tersebut.

Pengertian Cerpen Menurut Nugroho Notosusanto dalam Tarigan
Cerpen atau kisah pendek yakni sebuah kisah yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan melulu 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

Pengertian Cerpen Menurut Hendy
Cerpen merupakan suatu karangan yang berkisah pendek yang berisi kisahan tungal.

Pengertian Cerpen Menurut Aoh. K.H
Cerpen adalahsalah satu karangan rekaan yang biasa disebut pun dengan kisahan prosa pendek.

Pengertian Cerpen Menurut J.S. Badudu
Cerpen merupakan kisah yang melulu menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

Pengertian Cerpen Menurut H. B. Jassin
Berdasarkan keterangan dari pendapat H. B. Jassin, cerpen merupakan sebuah kisah yang singkat yang mesti mempunyai bagian terpenting yaitu perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.


Ciri-Ciri Cerpen

  • Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
  • Sebuah cerpen mempunyai umlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata
  • Biasanya isi kisah cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
  • Tidak mencerminkan semua cerita para tokohnya, urusan ini sebab dalam cerpen yang dicerminkan hanyalah inti sarinya saja.
  • Tokoh dalam cerpen dicerminkan mengalami masalah atau sebuah konflik sampai pada etape penyelesainnya.
  • Pemakaian kata yang simpel serta hemat dan gampang dikenal pembaca.
  • Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut paling mendalam sampai-sampai pembaca bisa ikut merasakan cerita dari kisah tersebut.
  • Biasanya melulu 1 kejadian saja yang diceritakan.
  • Memiliki alur kisah tunggal dan lurus.
  • Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat


Struktur Cerpen
1. Abstrak
Abstrak adalahringkasan atau inti dari kisah pendek yang bakal dikembangkan menjadi suatu rangkaian-rangkaian peristiwa atau dapat juga sebagai gambaran mula dalam cerita. Abstrak mempunyai sifat opsional atau dalam artian bahwa masing-masing cerpen boleh tidak ada struktur abstrak tersebut.

2. Orientasi
Orientasi sehubungan dengan waktu, suasana, dan lokasi yang sehubungan dengan jalan kisah dari cerpen tersebut.

3. Komplikasi
Komplikasi mengandung urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara karena dan akibat. Pada komplikasi, seringkali mendapatkan karakter ataupun watak dari sekian banyak  tokoh kisah pendek tersebut, urusan ini sebab pada unsur komplikasi kerumitan mulai bermunculan.

4. Evaluasi
Evaluasi yakni struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta telah mulai menemukan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.

5. Resolusi
Pada unsur resolusi, penulis mulai mengungkapkan penyelesaian yang dirasakan tokoh.

6. Koda
Pada unsur koda, ada nilai ataupun latihan yang dapat dipungut dari kisah pendek itu oleh pembacanya.


Unsur Intrinsik Cerpen
Tema
Tema ialah sebuah usulan pokok yang mendasari dari jalan kisah sebuah cerpen. Tema seringkali dapat langsung tampak jelas di dalam kisah atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca mesti teliti dan dapat memutuskan sendiri atau tersirat.

Alur / Plot
Jalan dari suatu kisah kisah adalahkarya sastra. Secara garis besar, alur adalahurutan langkah jalannya cerita, antara beda : perkenalan > hadir konflik atau suatu persoalan > penambahan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.

Setting
Setting sangat sehubungan dengan lokasi atau latar, waktu, dan keadaan dalam cerpen tersebut.

Tokoh
Tokoh adalahpelaku yang tercebur dalam kisah tersebut. Setiap tokoh seringkali mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah kisah ada tokoh protagonis atau figur baik dan antagonis atau figur jahat serta ada pun tokoh figuran yaitu figur pendukung.

Penokohan
Penokohan yakni pemberian sifat pada figur atau pelaku dalam kisah tersebut. Sifat yang telah diserahkan dapat terlukis dalam pikiran, ucapan, dan pandangan figur terhadap sesuatu hal. Metode penokohan terdapat 2 (dua) macam diantaranya:

- Metode analitik ialah suatu cara penokohan dengan teknik memaparkan atau melafalkan sifat figur secara langsung, laksana seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.

- Metode dramatik ialah suatu cara penokohan dengan teknik memaparkannya secara tidak langsung, yakni dapat dengan teknik : penggambaran jasmani (Misalnya teknik berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melewati sebuah pembicaraan atau dialog, reaksi dari figur lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).

Sudut Pandang
Adalah teknik pandang penulis dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang terdapat 4, antara lain:

- Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
Dalam sudut pandang ini, figur ”aku” menceritakan tentang sekian banyak  peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” bakal menjadi pusat perhatian dari cerita cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, figur "aku" dipakai sebagai figur utama.

Contoh:
Pagi ini cuaca begitu terang hingga dapat mengolah suasana jiwaku yang penat sebab setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, kini aku mesti mulai bangkit dari tidurku dan bergegas guna mandi sebab pagi ini aku mesti bekerja keras.

- Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
Tokoh ”aku” hadir tidak sebagai figur utama lagi, tetapi sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” muncul dalam jalan kisah hanya guna membawakan kisah kepada pembaca, sementara tokoh kisah yang diceritakan kemudian ”dibiarkan” guna dapat menceritakan sendiri sekian banyak  pengalaman yang dialaminya.

Tokoh dari jalan kisah yang tidak dipedulikan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya bakal menjadi figur utama, sebab merupakan yang lebih tidak sedikit tampil, membawakan sekian banyak  peristiwa, serta bersangkutan dengan tokoh-tokoh yang lainnya.

Dengan demikian figur ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah kisah yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya melulu tampil sebagai pendahuluan dan penutup cerita.

Contoh:
Sekarang aku bermukim di Jakarta, kota metropolitan yang mempunyai beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menampik untuk dialihkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku telah tidak kuasa untuk mengelak dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya.

Teman asramaku yang mempunyai nama Andi, pun mengalami urusan yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berusaha bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.

- Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
Kisah kisah dari sudut ”dia”, tetapi pengarang atau narator dapat mengisahkan apa saja hal-hal dan perbuatan yang mencantol tokoh ”dia” tersebut. Pengarang memahami segalanya.

Contoh:
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di kompleks ini. Tapi, dia pun belum satu kali juga terlihat terbit rumah cuman untuk sebatas beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si empunya rumah tersebut terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya.

Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya ialah saudaranya. Memang dia ialah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang guna berkunjung, dia tidak menyukainya.

- Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
Dalam sudut pandang ini bertolak belakang dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang melulu melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dialami oleh figur tersebut, tetapi terbatas pada seorang figur saja.

Contoh:
Entah apa yang sudah terjadi dengannya. Pada ketika datang, ia langsung marah. Memang sepertinya ia mempunyai tidak sedikit masalah. Tapim kalau disaksikan dari raut mukanya, barangkali tak melulu itu yang sedang ia rasakan. Tapi kelihatannya dia pun sakit. Bibirnya terlihat kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

Amanat
Amanat adalah sebuah pesan dari seorang pengarang atau pengarang kisah tersebut untuk pembaca supaya pembaca dapat beraksi atau mengerjakan sesuatu.


Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik cerpen adalah sebuah bagian yang menyusun cerpen dari luar, bertolak belakang dengan bagian intrinsik cerpen yang menyusun cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari suasana masyarakat ketika dimana cerpen tersebut diciptakan oleh pengarang.

Unsur ini paling memiliki tidak sedikit sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut bagian ekstrinsik cerpen.

- Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat yaitu sebuah pengaruh dari situasi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya suatu jalan cerita.

Pemahaman itu dapat berupa pengkajian Ideologi negara, situasi politik, sosial masyarakat, hingga dengan situasi ekonomi pada masyarakat tersebut sendiri.

- Latar Belakang Pengarang
Latar belakang penulis dapat mencakup pemahaman penulis terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah diciptakan sebelumnya.

- Biografi
Biografi seringkali berisikan mengenai riwayat hidup pengarang kisah tersebut yang ditulis secara keseluruhan.

- Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis berisi mengenai pemahaman situasi mood saat pengarang mencatat kisah kisah tersebut.

- Aliran Sastra
Aliran sastra seorang pengarang tentunya akan mengekor suatu aliran sastra tertentu. Hal itu sangatlah dominan terhadap gaya penulisan yang digunakan oleh penulis dalam membuat sebuah cerita dalam cerpen tersebut.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close