Selasa, Desember 19, 2017

Pengertian Korupsi, Faktor Penyebab, Unsur-Unsur Dan Jenis-Jenis Tindak Pidana Korupsi.

Korupsi ialah tindakan seseorang yang menyalahgunakan keyakinan dalam sebuah masalah atau organisasi guna mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi karena sejumlah faktor hal yang terjadi di dalam kalangan masyarakat.

Faktor penyebab korupsi
1. Faktor internal adalah sebuah sifat yang berasal dari diri anda sendiri.

Terdapat sejumlah faktor yang terdapat dalam hal internal ini, antara beda ialah:

1. Sifat Tamak
Sifat tamak adalahsifat yang dipunyai manusia, di masing-masing harinya pasti insan meinginkan keperluan yang lebih, dan selalu tidak cukup akan sesuatu yang di dapatkan. Akhirnya munculah sifat tamak ini di dalam diri seseorang guna mempunyai sesuatu yang lebih dengan teknik korupsi.

2. Gaya hidup konsumtif
Gaya hidup konsumtif ini dialami oleh insan manusia di dunia, dimana insan pasti memiliki keperluan masing masing dan guna memenuhi keperluan tersebut insan harus mengonsumsi keperluan tersebut,dengan perilaku itu tidak dapat di imbangi dengan pendapat yang didapatkan yang kesudahannya terjadilah tindak korupsi.

Pengertian Korupsi

2. Faktor eksternal
Secara umum penyebab korupsi tidak sedikit juga dari hal eksternal, hal faktor itu antara beda :

1. hal politik
Faktor politik ini ialah salah satu hal eksternal dalam terjadinya tindak korupsi. Di dalam suatu politik bakal ada terjadinya suatu kompetisi dalam menemukan kekuasaan. Setiap manusia berlomba untuk mendapat dominasi lebih tinggi, dengan sekian banyak  cara mereka kerjakan untuk menempati posisi tersebut. Akhirnya munculah tindak korupsi atau suap menyuap dalam menemukan kekuasaan.

2. hal hukum
Faktor hukum ini ialah salah satu hal eksternal dalam terjadinya tindak korupsi. Dapat anda ketahui di negara anda sendiri bahwa hukum kini tumpul ke atas lancip kebawah. Di hukum sendiri tidak sedikit kelemahan dalam menanggulangi suatu masalah.

Sudah di terbukti bahwa tidak sedikit praktek praktek suap menyuap lembaga hukum terjadi dalam menanggulangi suatu masalah. Sehingga dalam urusan itu dapat disaksikan bahwa praktek korupsi sangatlah barangkali terjadi karena tidak sedikit nya kekurangan dalam suatu hukum yang mendiskriminasi suatu masalah.

3. hal ekonomi
Sangat jelas hal ekonomi ini sebagai penyebab terjadinya tindak korupsi. Manusia hidup pasti membutuhkan kebutuhan lagipula dengan keperluan ekonomi tersebut sangatlah di pentingkan untuk manusia.

Bahkan pemimpin ataupun penguasa berpeluang jika mereka memiliki dominasi sangat lah hendak memenuhi kekayaan mereka. Di permasalahan lain tidak sedikit pegawai yang gajinya tidak cocok dengan apa yang di kerjakannya yang akhirnya saat ada peluang, mereka di dorong untuk mengerjakan korupsi.

4. hal organisasi
Faktor organisasi ini ialah faktor eksternal dari penyebab terjadinya korupsi. Di sebuah tempat tentu ada suatu organisasi yang berdiri, seringkali tindak korupsi yang terjadi dalam organisasi ini ialah kelemahan struktur organisasi, aturan aturan yang ditetapkan kurang baik, lantas kurang adanya ketegasan dalam diri seorang pemimpin.

Di dalam sebuah struktur organisasi bakal terjadi sebuah tindak korupsi andai di dalam struktur itu belum adanya kejujuran dan kesadaran diri dari masing-masing pengurus maupun anggota.

Unsur-Unsur Korupsi
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mengisi unsur-unsur sebagai berikut:

  • perbuatan melawan hukum,
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
  • merugikan finansial negara atau perekonomian negara.

Jenis-Jenis Tindak Pidana Korupsi
Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, tetapi bukan semuanya, merupakan

  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
  • penggelapan dalam jabatan,
  • pemerasan dalam jabatan,
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).


Kondisi yang menyokong munculnya korupsi

  • Konsentrasi dominasi di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung untuk rakyat, laksana yang tidak jarang terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
  • Kurangnya transparansi di pemungutan keputusan pemerintah
  • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih banyak dari pendanaan politik yang normal.
  • Proyek yang melibatkan duit rakyat dalam jumlah besar.
  • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
  • Lemahnya ketertiban hukum.
  • Lemahnya profesi hukum.
  • Kurangnya kebebasan berasumsi atau kemerdekaan media massa.
  • Gaji pegawai pemerintah yang paling kecil.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close