Minggu, November 05, 2017

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli, Unsur-unsur Puisi, Struktur Fisik Puisi, Struktur Batin Puisi, Jenis-Jenis Intonasi Puisi, Macam-Macam Puisi, Dan Contoh Puisi.

Pengertian Puisi ialah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terbelenggu irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta sarat makna.

Puisi adalah salah satu format karya sastra yang mengungkapkan suatu perasaan dan  suatu benak dari penyair secara imajinatif, tersusun, serta dibentuk dengan mengonsentrasikan suatu kekuatan bahasa dengan suatu struktur jasmani dan struktur batinnya.

Pengetian Puisi Menurut Wikipedia
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) ialah sebuah seni tertulis. Dalam format seni ini, seorang penyair memakai bahasa untuk meningkatkan kualitas indah pada arti semantis.

Penekanan pada segi estetik sebuah bahasa dan pemakaian sengaja pengulangan, meter, dan rima ialah yang memisahkan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam seringkali membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut.

Pengertian Puisi

Puisi lebih singkat dan padat, sementara prosa lebih mengalir laksana mengutarakan cerita. Beberapa berpengalaman modern mempunyai pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur namun sebagai perwujudan khayalan manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.

 Di samping itu, puisi pun adalahcurahan isi hati seseorang yang membawa orang beda ke dalam suasana hatinya.

Baris-baris pada puisi bisa berbentuk apa saja (melingkar, zig zag dan lain-lain). Hal itu adalahsalah satu teknik penulis untuk mengindikasikan pemikirannya. Puisi kadang-kadang juga melulu mengandung satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang.

Untuk pembaca, urusan itu mungkin menciptakan puisi itu menjadi tidak dimengerti. Tetapi pengarang selalu memiliki dalil untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak terdapat yang membatasi kemauan penulis dalam membuat sebuah puisi. Ada sejumlah perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.

Namun sejumlah kasus tentang puisi canggih atau puisi cyber belakangan ini kian memprihatinkan andai ditilik dari pokok dan kaidah puisi tersebut sendiri, yakni 'pemadatan kata'. Kebanyakan penyair aktif sekarang, baik pemula ataupun bukan, lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Di dalam puisi pun biasa disisipkan majas yang menciptakan puisi tersebut semakin indah. Majas tersebut pun bermacam-macam, salah satunya ialah sarkasme yakni sindiran langsung dengan kasar.

Di sejumlah daerah di Indonesia puisi pun sering dinyanyikan dalam format pantun. Mereka tak mau atau enggan untuk menyaksikan kaidah mula puisi tersebut.

Pengetian Puisi Menurut Para Ahli
1. Pengetian Puisi Menurut H.B. Jassin
Berdasarkan keterangan dari H.B. Jassin mendefinisikan bahwa puisi merupakan suatu pengucapan dengan suatu perasaan yang didalamnya berisi sebuah fikiran-fikiran dan suatu tanggapan-tanggapan.

2. Pengetian Puisi Menurut Ralph Waldo Emerson
Berdasarkan keterangan dari Ralph Waldo Emerson mendefinisikan bahwa puisi yaitu suatu pengajaran sebanyak barangkali dengan ucapan-ucapan yang lebih sedikit.

3. Pengetian Puisi Menurut Waluyo
Berdasarkan keterangan dari Waluyo mendefinisikan bahwa puisi yaitu sebuah karya sastra dengan gaya bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diserahkan irama dengan suara bunyi yang padu dan pemilihan sebuah ucapan-ucapan kias (imajinatif).

4. Pengetian Puisi Menurut Edwin Arlington Robinson
Berdasarkan keterangan dari Edwin Arlington Robinson mendefiniskan bahwa puisi yaitu sebuah bahasa yang akan dikatakan sesuatu yang tidak berkeinginan dinyatakan, tidak diduga sama dan terdapat puisi yang benar atau sebaliknya.

5. Pengetian Puisi Menurut Muhammad Hj. Salleh
Berdasarkan keterangan dari Muhammad Hj. Salleh mendefinisikan bahwa puisi merupakan sebuah format karya sastra yang kental dengan music bahasa serta suatu kearifan oleh si penyair dan tradisinya. Dalam urusan ini seluruh kekentalan itu, maka puisi setelah dibaca bakal menjadikan anda lebih bijaksana.

6. Pengetian Puisi Menurut Usman Awang
Berdasarkan keterangan dari Usman Awang mendefiniskan bahwa puisi yakni bukanlah sebuah nyanyian orang putus harapan yang menggali suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

7. Pengetian Puisi Menurut SastraSudjiman
Menurut pengertian SastraSudjiman mengungkapkan bahwa puisi yakni suatu aneka sastra yang bahasanya terbelenggu oleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu dalam penyusunan larik dan bait.

8. Pengetian Puisi Menurut Watt-Dunton
Berdasarkan keterangan dari Watt-Dunton mendefiniskan bahwa puisi yaitu sebuah ekpresi yang kongkret dan yang sifatnya artistik dari suatu pikiran insan dalam bahasa emosional dan berirama.

9. Pengetian Puisi Menurut Ralph Waldo Emerson
Berdasarkan keterangan dari Ralph Waldo Emerson mendefinisikan bahwa puisi yakni dalam teknik mengajarkan sebanyak tidak sedikit nya dengan ucapan-ucapan sedikit mungkin.

10. Pengetian Puisi Menurut Herman J. Waluyo
Berdasarkan keterangan dari Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi yakni suatu format karya sastra yang mengungkapkan sebuah benak dan perasaan sih penyair dengan secara imajinatif dan dibentuk dengan mengonsentrasikan seluruh kekuatan bahasa dalam pengonsentrasian suatu struktur jasmani dan struktur batinnya.

11. Pengetian Puisi Menurut Djoko Pradopo
Berdasarkan keterangan dari Djoko Pradopo mendefinisikan bahwa puisi yaitu sebuah hasil pekerjaan pemadatan, yakni sebuah proses pembuatan dengan teknik menangkap suatu kesan-kesan kemudian memadatkannya (kondensasi).

12. Pengetian Puisi Menurut Pradopo
Berdasarkan keterangan dari Pradopo mendefiniskan bahwa puisi yaitu sebuah pekerjaan yang sifatnya pencurahan jiwa yang padat, dan yang mempunyai sifat sugestif dan asosiatif.

13. Pengetian Puisi Menurut John Keats
Berdasarkan keterangan dari John Keats mendefinisikan bahwa puisi yaitu sebuah usaha guna membaca estetis dari menginginkan suatu narasi proses pemikiran atau logis. Dia tidak menyiratkan suatu puisi yang tidak masuk akal atau tidak mempunyai narasi.

14. Pengetian Puisi Menurut Putu Arya Tirtawirya
Berdasarkan keterangan dari Putu Arya Tirtawirya mengungkapkan bahwa puisi merupakan suatu ungkapan secara implicit dan samar, dengan arti yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada sebuah makna konotatif.

Unsur-Unsur Puisi
Pada lazimnya unsur-unsur puisi dapat dipecah menurut strukturnya menjadi dua jenis yaitu:

  1. struktur jasmani 
  2. dan struktur batin.


Struktur Fisik Puisi
1. Tipografi
Tipografi merupakan format puisi yang diisi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak mempunyai pengaturan baris sampai pada baris puisi yang tidak selalu dimulai huruf besar (kapital) dan diselesaikan dengan tanda titik. Namun urusan semacam ini bisa menilai pemaknaan dari sebuah puisi.

2. Diksi
Diksi ialah pemilihat kata yang dipakai oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi mempunyai sifat mempunyai bahasa yang padat maka pemilihan kata yang cocok dan berisi arti harus dilakukan. Pemiilihan kata dilaksanakan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).

3. Imaji 
Imaji atau yang lebih kerap dinamakan denganimajinasi adalahunsur yang melibatkan pemakaian indra manusia, laksana imaji penglihatan, imaji suara dan beda sebagainya. Penggunaan imaji bertujuan supaya pembaca maupun pendengar bisa berimajinasi atau menginginkan bahkan menikmati apa yang dialami oleh penyair.

4. Kata Konkret 
kata konkret ialah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret laksana permata sore dapat berati pantai atau lokasi yang cocok untuk menyaksikan datangnya senja. Kata konkret mempunyai sifat imajinatif sehingga menimbulkan imaji.

5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalahpemakaian bahasa yang mempunyai sifat seolah olah menghidupkan  dan memunculkan makna konotasi dengan memakai bahasa figuratif. Umumnya gaya bahasa yang dipakai pada puisi berbentuk majas laksana majas metafora, simile, anafora, paradoks dan beda sebagainya.

6. Irama/Rima
Irama atau rima ialah persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir puisi.

Struktur Batin Puisi
1. Tema
Tema adalahunsur utama pada puisi sebab tema sehubungan erat dengan arti yang didapatkan dari sebuah puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya bakal menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.

2. Nada
Nada sehubungan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang dipakai akan bervariasi laksana nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan beda sebagainya.

3. Amanat 
Amanat adalahpesan yang terdapat didalam suatu puisi. Amanat bisa ditemukan dengan memaknai puisi itu secara langsung.

Hal-hal yang perlu diPerhatikan dalam menyimak puisi sebagai berikut:

  • Ketepatan ekspresi/mimik
  • Kinesik yakni gerak anggota tubuh.
  • Kejelasan artikulasi
  • Artikulasi yakni ketepatan dalam mengeja kata-kata.
  • Timbre yakni warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
  • Dinamik dengan kata lain keras lembut, tinggi rendahnya suara.
  • Intonasi atau lagu suara.

Jenis-Jenis Intonasi Pada Puisi
Dalam suatu puisi, terdapat tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut:

  1. Tekanan dinamik yaitu desakan pada ucapan-ucapan yang dirasakan penting.
  2. Tekanan nada yaitu desakan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi mencerminkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa, dan sebagainya.
  3. Tekanan tempo yakni cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Macam-Macam Puisi
Puisi Baru dan Puisi Lama

1. Puisi Baru
Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru ialah jenis puisi yang tidak lagi terbelenggu oleh aturan yang memiliki format lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal laksana rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

Ciri-Ciri Puisi Baru

  • Bersifat simetris atau memiliki format rapih.
  • Memiliki sajak yang teratur.
  • Lebih memakai sajak syair, atau pola pantun.
  • Umumnya berbentuk empat seuntai.
  • Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
  • Disetiap gatara terdiri dari 4 hingga 5 suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Baru
Puisi baru sendiri bisa dikatogerikan menjadi 2 macam yaitu menurut isi dan menurut bentuk:

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  • Balada: ialah puisi yang berisi mengenai sebuah kisah atau kisah.
  • Himne: ialah puisi pujian atau pujuaan yang ditujukan untuk Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dirasakan begitu urgen dan sakral.
  • Romansa: ialah puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya memunculkan efek romantisme.
  • Ode: ialah puisi yang mempunyai sifat memberikan sanjungan untuk orang yang paling berjasa. Umumnya ode diserahkan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
  • Epigram ialah puisi yang berisi bimbingan atau doktrin hidup. Epigram berarti bagian pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran guna dijadikan pedoman, ikhtibar; terdapat teladan.
  • Elegi: ialah puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi sebuah peristiwa.
  • Satire: ialah puisi yang didalamnya berisi bagian sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

  • Distikon: ialah puisi dimana melulu ada dua baris saja pada masing-masing baitnya atau tidak jarang disebut puisi dua seuntai.
  • Terzina: ialah puisi yang mempunyai tiga baris dalam masing-masing baitnya atau dinamakan puisi tiga seuntai.
  • Kuatrain: ialah puisi dimana ada empat baris kalimat disetiap baitnya atau dinamakan dengan puisi empat seuntai.
  • Kuint: ialah puisi yang mempunyai lima baris kalimat dalam masing-masing baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
  • Sektet: ialah puisi yang mempunyai enam baris kalimat di masing-masing baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
  • Septime: ialah puisi yang mempunyai tujuh baris kalimat di masing-masing baitnya atau dinamakan dengan puisi tujuh seuntai.
  • Oktaf: ialah puisi yang mempunyai delapan baris kalimat di masing-masing baitnya atau dinamakan dengan puisi delapan seuntai.
  • Soneta adalah puisi sangat terkenal di kalangan penyair sebab terkesan sulit untuk dibuat dan adalah sebuah tantangan untuk seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi baru yang mempunyai empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait kesatu berisi empat baris dan dua baris terakhir berisi tiga baris.
2. Puisi Lama
Pengertian puisi lama ialah jenis puisi yang masih terbelenggu erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

  • Jumlah kata yang ada pada satu baris.
  • Jumlah baris kalimat yang ada dalam satu bait.
  • Sajak atau rima.
  • Banyaknya suku kata.
  • Penggunaan irama.

Ciri-Ciri Puisi Lama
Puisi lama mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak diketahui siapakah nama penulis dari puisi tersebut.
  2. Merupakan sastra lisan karena dikatakan dan diajarkan dari mulut ke mulut.
  3. Sangat terbelenggu dengan kaidah dan aturan-aturan yang masih berlaku laksana gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Jenis-Jenis Puisi Lama

  • Mantra: ialah ucapan yang dirasakan sakral dan mempunyai kekuatan gaib, lazimnya antra dipakai dalam upacara tertentu laksana mantra yang dipakai untuk menampik datangnya hujan dan sebaliknya.
  • Pantun: ialah jenis puisi lama yang masih bertahan sampai kini ini. puisi ini mempunyai sajak a-a-a-a atau a-b-a-b yang masing-masing baitnya terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun bisa bedakan menurut temanya yakni: pantun jenaka, Pantun anak, Pantun kehidupan dan sebagainya. 
  • Talibun: ialah pantun yang mempunyai jumlah baris yang tidak jarang kali genap dalam masing-masing baitnya. seringkali terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris maupun kelipatan dua lainnya.
  • Syair: ialah puisi atau karya sastra dari arab yang mempunyai sajak a-a-a-a. Biasanya syair mengisahkan sebuah cerita dan didalamnya bakal terkadung amanat.
  • Karmina: ialah pantun yang paling pendek atau biasa dinamakan dengan pantun kilat.
  • Gurindam: ialah puisi yang melulu ada dua baris kalimat saja dalam masing-masing baitnya, mempunyai sajak a-a-a-a dan mempunyai nasehat atau amanat.


Contoh Puisi
kau yang sudah ada di hatiku.
yang selalu dapat membuatku merasaka.
indahnya cinta yang sudah tercipta.

kini sudah kurasakan alangkah ku menyukai mu.
selalu menyayangi mu dan mengasihimu.
mendambakan datangnya dirimu.

indahnya cinta yang kau beri.
membuatku tak merasa sepi.
kau yang selalu muncul dalam hariku tuk..
mencintaiku.

nikmatnya cinta laksana surga laksana itulah
yang kurasa...
aku yakin dapat bahwa cinta anda kan kekal
selamanya..... 
Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Sejarah, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close