Kamis, November 02, 2017

Pengertian Negara Menurut Para Ahli, Unsur Negara, Sifat Negara, Bentuk-Bentuk Negara.

Negara ialah sekumpulan orang yang menduduki wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang lazimnya mempunyai kedaulatan. Negara pun adalahsuatu distrik yang mempunyai suatu sistem atau aturan yang berlaku untuk semua pribadi di distrik tersebut, dan berdiri secara independent.

Syarat primer suatu negara ialah mempunyai rakyat, mempunyai wilayah, dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan kriteria sekundernya ialah mendapat pernyataan dari negara lain.

Pengertian Negara

Negara ialah suatu kumpulan atau organisasi guna dijadikan sebagai lokasi untuk menjalin kerjasama dalam menjangkau tujuan bareng untuk kebahagiaan rakyat. Tentunya negara bertolak belakang yang namanya bangsa.

Bangsa menjurus pada persekutuan hidup atau kumpulan orang, sementara negara menjurus pada sebuah organisasi sekelompok orang yang terdapat di dalamnya. Secara asal-usul kata, negara berasal dari bahasa inggris yakni state, yang dipungut dari bahasa latin.

kedudukan atau statum yang memiliki makna suatu suasana yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat tegak dan tetap. Kemudian dalam bahasa sansekerta yakni nagari atau nagara berarti penguasa atau wilayah.

Jadi Pengertian Negara Secara terminologi yaitu sebuah organisasi yang tertinggi diantara setiap kumpulan masyarakat yang mempunyai cita-cita guna bersatu dalam hidup pada wilayah tertentu dan mempunyai pemerintah yang sudah berdaulat.

Adapun definisi negara itu berisi sebuah nilai yang konstitutif dari sebuah negara yang mempunyai syarat yang terdiri dari rakyat, wilayah, dan kedaulatan serta pernyataan dari semua negara lainnya.

Dari deskripsi diatas tentang pengertian negara, pastinya belumlah lumayan untuk memberikan benang merah bahwa definisi negara yang diatas sangat benar. Dibawah ini, ada sejumlah pengertian negara menurut keterangan dari para berpengalaman yang terkenal, inilah informasi tentang definisi negara:

Pengertian negara menurut para ahli

1. Pengertian negara menurut keterangan dari aristoteles ialah suatu format persekutuan dari desa dan keluarga supaya dapat menjangkau kehidupan yang sebaik-baiknya.

2. Pengertian negara menurut keterangan dari Mac Iver ialah suatu penarikan atau persembatanan yang ditindaki melewati hukum yang harus direalisasikan oleh pemerintah yang dilengkapi oleh dominasi untuk memaksa dalam satu kehidupan yang terbatasi secara distrik atau teritorial mempertegak adanya kriteria atau aturan supaya tercipta ketertiban sosial.

3. Pengertian negara menurut keterangan dari logeman ialah suatu organisasi berbasis masyarakat yang memiliki dominasi untuk mengontrol dan mengurusi masyarakat tertentu.

4. Pengertian negara menurut keterangan dari ibnu khaldun ialah suatu masyarakat yang mempunyai wazi’ dan mulk yang berarti kewibawaan dan kekuasaan.

5. Pengertian negara menurut keterangan dari Max Weber ialah sebuah masyarakat yang bertujuan memonopoli pemakaian dalam kekerasan jasmani yang sah dalam distrik tertentu.

6. Pengertian negara menurut keterangan dari Bellefroid ialah sebuah persekutuan hukum yang telah menduduki wilayah tertentu guna selamanya dan pun dilengkapi dengan dominasi tertinggi dalam menyelenggarakan kemakmuran yang sebesar-besarnya pada rakyat.

7. Pengertian negara menurut keterangan dari Harold J. Laski ialah sebuah masyarakat yang saling berpadu dan selaras sebab mempunyai wewenang yang sifatnya memaksa dan sah dikomparasikan wewenang pribadi atau kumpulan yang pastinya bagian dari masyarakat itu.

8. Pengertian negara menurut keterangan dari J.J. Rousseau ialah suatu perserikatan dari rakyat yang secara bersama-sama menjaga dan mengayomi hak pada setiap diri dan harta pada anggota-anggota yang tetap hidup secara merdeka dan bebas.

9. Pengertian negara menurut keterangan dari Roger H. Soltau ialah suatu wewenang atau perangkat yang mengontrol atau mengendalikan persoalan-persoalan bareng dengan dalil atas nama masyarakat.

10. Pengertian negara menurut keterangan dari Krannenburg ialah sebuah organisasi yang muncul sebab adanya kehendak dari suatu kelompok atau dari bangsanya sendiri.

11. Pengertian negara menurut keterangan dari Karl Marx ialah suatu perangkat kekuasaan untuk manusia guna dijadikan sebagai perangkat penindas ruang belajar terhadap insan lainnya.

12. Pengertian negara menurut keterangan dari Sunarko ialah suatu organisasi masyarakat yang memiliki wilayah yang termasuk dominasi negara dan berdaulat pada distrik itu.

13. Pengertian negara menurut keterangan dari Hegel ialah suatu organsisasi kesusilaan yang hadir sebagai sebuah sintesis antara kebebasan secara pribadi dan universal.

Unsur-Unsur Suatu negara
Berdasarkan Konvensi Montevideo tahun 1933 (Fakultas Hukum Universitas Andalas: 2010), terdapat 5 bagian yang mesti diisi untuk terbentuknya suatu negara, yakni :

  1. Penghuni (penduduk/rakyat).
  2. Wilayah.
  3. Kekuasaan tertinggi (pemerintah yang berdaulat).
  4. Kesanggupan untuk bersangkutan dengan negara lain
  5. Pengakuan dari negara lain.

Keempat bagian kesatu disebut bagian konstitutif atau bagian pembentuk yang mesti terpenuhi supaya terbentuk negara, sementara unsur yang kelima disebut bagian deklaratif yakni bagian yang sifatnya menyatakan, bukan bagian mutlak.:

Bagian Konstitutif Negara
1.Rakyat
dibutuhkan rakyat untuk menyusun suatu negara sebab rakyat adalahpendukung utama untuk eksistensi sebuah negara. Kemudian Rakyat diperlukan dalam melakukan kegiatan merencanakan dan mengendalikan serta menyelenggarakan sebuah negara.

Dalam urusan ini, rakyat ialah semua orang yang berada dalam sebuah wilayah negara serta tunduk dengan dominasi negara tersebut.

2.Wilayah
Wilayah adalahsalah satu aspek terpenting dan suatu kewajiban dalam suatu negara. Karena distrik adalahtempat berpijak sebuah bangsa atau rakyat guna menetap dimana distrik yang dimaksud laksana lautan, daratan, ekstrateritorial, udara dan batas-batas distrik negara.

Wilayah itu haruslah permanen sebab mustahil terbentuk negara bilalau rakyatnya berpindah-pindah atau tidak mempunyai wilayah.

3.Negara
mempunyai pemerintahan yang berdaulat dimana kedaulatan adalahunsur-unsur negara yang urgen dalam suatu negara supaya negara bisa memiliki dominasi dalam menata rakyatnya sendiri, dan dapat menjaga negara dari serangan dari luar.

Adapun sifat-sifat kedaulatan terbagi atas empat sifat kedaulatan yaitu:

  • Permanen yang berarti kedaulatan tersebut tetap dipunyai negara tersebut selama tetap terdapat bahkan sekalipun terjadi evolusi organisasi.
  • Asli berarti kedaulatan itu tidak berasal dari sebuah dominasi yang lebih tinggi bakal tetapi tersebut asli dari negara sendiri.
  • Bulat atau tidak terbagi-bagi yang berarti kedaulatan itu ialah satu-satunya dominasi tertinggi dalam suatu negara dan tidak dapat dibagi-bagi sampai-sampai mesti terdapat satu kedaulatan dalam negara.
  • Tidak terbatas atau mutlak berarti kedaulatan negara tidak terbatasi oleh siapapun karena jika diberi batas maka negara itu tidak berdaulat dan tidak mempunyai kekuasaan.

4. Adanya pernyataan dari negara-negara beda dimana pernyataan ini adalahbukti sah hadirnya atau terbentuknya negara dan berhak guna terhindar dari ancaman dan campur tangan negara lain.

Kemudian guna menghadirkan pernyataan dari negara beda maka butuh adanya menjalin hubungan dalam ekonomi, politik, budaya, sosial dan pertahanan serta keamanan.
Adapun macam-macam format pengakuan yakni sebagai berikut:

1. Pengakuan de jure yang berarti pernyataan yang menurut hukum. Dalam urusan ini, suatu negara dinyatakan secara formal dapat mengisi adanya persyaratan yang sudah ditentukan secara hukum internasional supaya bisa berpartisipasi secara aktif dalam tata pergaulan internasional.

2. Pengakuan de facto yang berarti dinyatakan secara nyata bahwa negara itu telah dinyatakan karena mempunyai unsur-unsur negara berupa rakyat, negara dan wilayah.

Sifat-Sifat Negara 
Berdasarkan keterangan dari Miriam Budiardjo (Oetari Budiyanto, 2012), pada umumnya masing-masing Negara memiliki sifat laksana :

1. Sifat Memaksa
yaitu negara mempunyai dominasi untuk menggunakan kekerasan, supaya peraturan perundang-undangan ditaati dengan begitu penertiban dalam masyarakat terjangkau serta munculnya anarkis dicegah.

Sebagai misal setiap penduduk Negara mesti menunaikan pajak dan orang yang menghindarinya bakal dikenakan denda.

2. Sifat Monopoli
yaitu negara memiliki monopoli dalam memutuskan tujuan bareng dari masyarakat atau untuk menjangkau cita-cita Negara. Sebagai misal aliran keyakinan atau aliran politik dilarang berlawanan dengan destinasi masyarakat.

3. Mencakup Semua
yakni semua ketentuan perundang-undangan berlaku untuk seluruh orang tanpa terkecuali. Sebagai misal keharusan menunaikan pajak.

Bentuk-Bentuk negara
1. Negara konfederasi 
Negara konfederasi ialah negara yang terdiri dari persatuan sejumlah negara yang berdaulat. Persatuan itu diantaranya dilaksanakan guna menjaga kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam Konfederasi tersebut.

2. Negara Kesatuan
Negara ini disebut pun negara unitaris. Ditinjau dari sisi susunannya, negara kesatuan ialah negara yang tidak tersusun dari sejumlah negara, sifatnya tunggal. Artinya, melulu ada satu negara, tidak laksana negara federal dimana terdapat negara di dalam negara.

Dengan demikian, di dalam negara kesatuan melulu ada satu pemerintahan, yakni pemerintahan pusat yang mempunyai dominasi atau wewenang tertinggi dalam segala lapangan pemerintahan.

Ciri-ciri Negara kesatuan anta lain.

  • Mempunyai 1 UUD
  • Mempunyai 1 presiden
  • Hanya pusat yang berhak menciptakan UU

Negara kesatuan ini terbagi 2 macam, yaitu:
1. Sentralisasi
Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi yaitu hal Negara langsung ditata oleh pemerintah pusat.

2. Desentralisasi
Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi yaitu kepala wilayah sebagai pemerintah wilayah yang diserahkan hak otonomi yakni diserahkan kekuasaan menata dan mengurus lokasi tinggal tangganya sendiri.

3. Negara Serikat (Federal)  
adalah negara yang tersusun dari sejumlah negara yang semula berdiri sendiri-sendiri dan lantas negara-negara tersebut menyelenggarakan ikatan kerjasama yang efektif, namun disamping itu, Negara-negara itu masih hendak mempunyai wewenang-wewenang yang bisa diurus sendiri.

Jadi disini tidak seluruh urusan di berikan kepada pemerintah gabungannya (pemerintah federal), namun masih ada sejumlah urusan yang di berikan oleh pemerintah negara-negara bagian untuk pemerintah federal, yakni urusan-urusan yang mencantol kepentingan bareng misalnya hal keuangan, pertahanan, angkatan bersenjata, hubungan luar negeri, dan sebagainya.

Adapun ciri-ciri Negara serikat yakni.

  • Tiap negara bagian memiliki satu UUD dan satu Lembaga Legislatif.
  • Masing-masing negara unsur masih memegang kedaulatan ke dalam, kedaulatan terbit  dipegang pusat.
  • Aturan yang diciptakan pusat tidak lgs dapat dilaksanakan daerah, mesti dengan persetujuan parlemen negara bagian.

Di samping kedua format Negara tersebut. Ada juga format Negara ke dalam tiga kumpulan yaitu:
1. Monarki
Negara monarki ialah bentuk Negara yang dalam pemerintahannya melulu dikuasai dan diperintah (yang berhak memerintah) oleh satu orang saja.

2. Oligarki
Oligarki ini seringkali diperintah dari kumpulan orang yang berasal dari kalangan feudal.

3. Demokrasi
Rakyat memiliki dominasi penuh dalam menjalankan pemerintahan.

Tujuan Dibentuknya Suatu Negara negara
Berdasarkan keterangan dari A. Ubaedillah & Abdul Rozak (2008: 91), Negara memiliki tujuan antara beda sebagai berikut.

  • Memperluas kekuasaan.
  • Menyelenggarakan ketertiban hukum.
  • Mencapai kesejahteraan umum.

Beberapa pandangan tentang tujuan negara antara beda sebagai berikut.
1. Berdasarkan keterangan dari Plato destinasi Negara 
adalah guna memajukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. Sedangkan menurut keterangan dari Roger H. Soltau destinasi Negara ialah memungkinkan rakyatnya berkembang serta mengadakan daya ciptanya sebebas barangkali (the freest possible development and creative self-expression of its members).

2. Negara menurut doktrin teokrasi (yang diwakili oleh Thomas dan Agustinus) 
bertujuan untuk menjangkau kehidupan aman dan tenteram mesti dengan taat kepadan dan di bawah pimpinan Tuhan. Pimpinan negara menjalankan dominasi hanyalah menurut dominasi Tuhan yang diserahkan kepadanya.

3. Ajaran negara hukum
 bertujuan untuk mengadakan ketertiban hukum dengan menurut dan berpedoman untuk hukum. Dalam negara hukum segala dominasi alat-alat pemerintahannya didasarkan atas hukum. Semua orang tanpa kecuali mesti tunduk dan taat untuk hukum.

Dalam negara hukum, hak-hak rakyat dipastikan sepenuhnya oleh negara. Sebaliknya, rakyat berkewajiban mematuhi seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah negara itu.

4. Negara menurut keterangan dari teori negara kesejahteraan 
bertujuan mewujudkan kesejahteraan umum. Dalam urusan ini negara di anggap sebagai perangkat belaka yang disusun manusia untuk menjangkau tujuan bersama, kemakmuran, dan keadilan sosial untuk seluruh rakyat negara itu.

5. Dalam Islam, laksana yang diajukan oleh Ibnu Arabi
tujuan Negara ialah agar manusia dapat menjalankan kehidupannya dengan baik, jauh dari sengketa dan mengawal intervensi pihak-pihak asing.

6. Dalam konteks Negara Indonesia
tujuan Negara ialah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang menurut kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Sejarah, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close