Sabtu, November 11, 2017

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Dan Pakar, Penyebaran Narkoba, Jenis-Jenis Narkoba, Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba, Tanda-Tanda Terjangkit Narkoba Dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba.

Narkoba ialah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Di samping "narkoba", istilah beda yang diperkenalkan terutama oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ialah Napza yang adalahsingkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kumpulan senyawa yang lazimnya mempunyai risiko kecanduan untuk pemakainya. Berdasarkan keterangan dari pakar kesehatan.

narkoba sebenarnya ialah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan untuk membius pasien saat berkeinginan dioperasi atau obat-obatan guna penyakit tertentu. Namun sekarang persepsi tersebut disalahartikan dampak pemakaian di luar peruntukan dan takaran yang semestinya.

Pada ketika ini (2015) ada 35 jenis narkoba yang dikonsumsi pemakai narkoba di Indonesia dari yang sangat murah sampai yang mahal laksana LSD. Di dunia ada 354 jenis narkoba.

Narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat memunculkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

Pengertian Narkoba

Narkotika digolongkan menjadi tiga kelompok sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang tergolong jenis narkotika merupakan:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tumbuhan ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang berisi bahan itu di atas.

Psikotropika ialah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melewati pengaruh selektif pada rangkaian saraf pusat yang mengakibatkan perubahan pada kegiatan mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Terdapat empat kelompok psikotropika menurut keterangan dari undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 mengenai narkotika, maka psikotropika kelompok I dan II dimasukkan ke dalam kelompok narkotika.

Dengan demikian ketika ini bilamana bicara masalah psikotropika melulu menyangkut psikotropika kelompok III dan IV cocok Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang tergolong psikotropika antara lain:

Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif riskan lainnya ialah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat digunakan sebagai pengganti morfina atau kokaina yang bisa mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

- Alkohol yang berisi ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang didapatkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik andai aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli Dan Pakar
1. Pengertian Narkoba Menurut Kurniawan (2008)
Narkoba merupakan zat kimia yang bisa mengubah suasana psikologi laksana perasaan, pikiran, keadaan hati dan perilaku andai masuk ke dalam tubuh insan baik dengan teknik dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan beda sebagainya.

2. Pengertian Narkoba Menurut Jackobus (2005)
Narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetis ataupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilangnya rasa, meminimalisir bahkan hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat memunculkan ketergantungan.

3. Pengertian Narkoba Menurut Ghoodse (2002)
Narkoba merupakan zat kimia yang diperlukan untuk mengasuh kesehatan, ketika zat itu masuk kedalam organ tubuh maka bakal terjadi satu atau lebih perubahan faedah didalam tubuh. Lalu dilanjutkan lagi dengan ketergantungan secara jasmani dan psikis pada tubuh, sehingga andai zat itu dihentikan pengkonsumsiannya maka bakal terjadi gangguan secara jasmani dan psikis.

4. Pengertian Narkoba Menurut Wresniwiro (1999
Narkoba merupakan zat atau obat yang bisa menimbulkan dampak ketidak sadaran atau pembiusan, sebab zat-zat itu akan bekerja dengan memprovokasi saraf sentral.

5. Pengertian Narkoba Menurut Wartono (1999)
Narkoba ialah akibat yang dimunculkan antara beda dapat berupa gangguan fokus serta penurunan daya ingat untuk sang pemakai, sedangkan akibat sosialnya dapat memunculkan kerusuhan di lingkungan family yang akan mengakibatkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang, dan memunculkan perilaku yang tidak diharapkan seperti pencopetan atau penodongan.

6. Pengertian Narkoba Menurut Ikin A.Ghani
Narkoba berasal dari kata narkon berasal dari bahasa Yunani yang dengan kata lain beku dan kaku. Dalam ilmu kedokteran pun dikenal istilah Narcoseatau Narcicis yang dengan kata lain membiuskan.

7. Pengertian Narkoba Menurut Soerdjono Dirjosisworo
Narkoba merupakan Zat yang dapat memunculkan pengaruh tertentu untuk yang menggunakannya dengan memasukkan narkoba kedalam tubuh.Pengaruh itu dapat berupa pembiusan, dengan hilangnya rasa sakit, rangsangan motivasi dan halusinasi atau munculnya khayalan-khayalan.

Sifat-sifat itu yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis mempunyai tujuan dan dimanfaatkan untuk pengobatan dan kepentingan insan di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.

8. Pengertian Narkoba Menurut Smith Kline dan French Clinical (1968)
Narkoba merupakan zat-zat atau obat yang dapat menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan disebabkan zat-zat itu bekerja dengan memprovokasi susunan saraf sentral. Dalam pengertian ini narkoba telah termasuk jenis candu dan turunan candu (morphine, codein, heroine) dan candu sintesis (meperidinedan metadone).

9. Pengertian Narkoba Menurut B. Simanjuntak
Narkoba berasal dari kata “narcissus”, yaitu sejenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai bunga yang dapat menciptakan orang menjadi tak sadar.

10. Pengertian Narkoba Menurut Pakar kesehatan
Narkoba merupakan psikotropika yang umumnya digunakan untuk membius pasien saat berkeinginan dioparasi atau obat-obatan guna penyakit tertentu. Akan tetapi ketika ini presepsi tersebut disalah gunakan dampak pemakaian yang sudah diluar batas takaran yang dianjurkan.

Penyebaran Narkoba
Hingga sekarang penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah nyaris tak dapat dicegah. Mengingat nyaris seluruh warga dunia bisa dengan gampang mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja urusan ini dapat membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.

Upaya pemberantas narkoba juga sudah tidak jarang dilakukan, tetapi masih sedikit bisa jadi untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak umur SD dan SMP pun tidak sedikit yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Hingga ketika ini upaya yang sangat efektif untuk menangkal penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak ialah pendidikan keluarga. Orang tua diinginkan untuk memantau dan mendidik anaknya supaya selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Jenis-jenis Narkoba
Narkoba dipecah dalam 3 jenis yakni Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Penjelasan tentang jenis-jenis narkoba ialah sebagai berikut:

1. Narkotika
Berdasarkan keterangan dari Soerdjono Dirjosisworo menuliskan bahwa definisi narkotika ialah “Zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu untuk yang  menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh.

Pengaruh itu  dapat berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan motivasi dan halusinasi atau munculnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat itu yang  diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan untuk  penyembuhan dan kepentingan insan di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.

Penggolongan Narkotika
Narkotika digolongkan menjadi 3 kumpulan yaitu :
- Narkotika kelompok I ialah narkotika yang sangat berbahaya. Daya adiktifnya paling tinggi. Golongan ini dipakai untuk riset dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, h3roin, kokain, morfin, dan opium.

- Narkotika kelompok II ialah narkotika yang mempunyai daya adiktif kuat, tetapi berfungsi untuk penyembuhan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.

- Narkotika kelompok III ialah narkotika yang mempunyai daya adiktif ringan, tetapi berfungsi untuk penyembuhan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.

2. Psikotropika
Psikotopika ialah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang mempunyai khasiat psikoaktif melewati pengaruh selektif pada rangkaian saraf pusat yang mengakibatkan perubahan khas pada kegiatan normal dan perilaku.

Penggolongan Psikotropika
Psikotropika digolongkan lagi menjadi 4 kelompok ialah :

  1. Psikotropika kelompok I ialah dengan daya adiktif yang paling kuat, belum diketahui manfaatnya untuk penyembuhan dan sedang dianalisis khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi.
  2. Psikotropika kelompok II ialah psikotropika dengan daya adiktif powerful serta bermanfaat untuk penyembuhan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon.
  3. Psikotropika kelompok III ialah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta bermanfaat untuk penyembuhan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam.
  4. Psikotropika kelompok IV ialah psikotropika yang mempunyai daya adiktif enteng serta bermanfaat untuk penyembuhan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.

3. Zat adiktif lainnya
Zat adiktif lainnya ialah zat – zat di samping narkotika dan psikotropika yang dapat memunculkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya ialah :

Contoh Zat Adiktif
Rokok
Kelompok alkohol dan minuman beda yang memabukkan dan memunculkan ketagihan.
Thiner dan zat lainnya, laksana lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dicium akan bisa memabukkan (Alifia, 2008).

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dipecah menjadi dua faktor, yakni :
1. Faktor internal yaitu hal yang berasal dari dalam diri pribadi seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas.

Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dibuka atau ada pada masa remaja, karena remaja yang sedang merasakan perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan pribadi yang rentan guna menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu memiliki risiko lebih banyak untuk menjadi penyalahguna narkoba.

2. Faktor eksternal yaitu hal yang berasal dari luar pribadi atau lingkungan seperti eksistensi zat, situasi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.

Faktor-faktor itu diatas memang tidak selau menciptakan seseorang besok menjadi penyalahgunaan obat terlarang. Akan namun makin tidak sedikit faktor-faktor diatas, semakin besar bisa jadi seseorang menjadi penyalahgunaan narkoba. Hal ini mesti dipelajari Kasus demi kasus.

Faktor individu, hal lingkungan family dan rekan sebaya/pergaulan tidak tidak jarang kali sama besar perannya dalam mengakibatkan seseorang menyalahgunakan narkoba. Karena hal pergaulan, dapat saja seorang anak yang berasal dari family yang harmonis dan lumayan kominikatif menjadi penyalahgunaan narkoba.

Tanda-Tanda Gejala Dini Korban Penyalahgunaan Narkoba
Berdasarkan keterangan dari Ami Siamsidar Budiman (2006 : 57–59) tanda mula atau fenomena dini dari seseorang yang menjadi korban kejangkitan narkoba antara beda :

1. Tanda-tanda jasmani Penyalahgunaan Narkoba
Kesehatan jasmani dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus, Dan diare.

Contoh Lainnya Adalah rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sampai-sampai malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau unsur tubuh beda (pada pemakai dengan jarum suntik).

2. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba saat di rumah
Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak inginkan mempedulikan ketentuan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab teratur di rumah, malas mengurus diri, tidak jarang tertidur dan gampang marah, tidak jarang berbohong, tidak sedikit menghindar pertemuan dengan anggota family lainnya sebab takut ketahuan bahwa ia ialah pecandu.

bersikap kasar terhadap anggota family lainnya dikomparasikan dengan sebelumnya, pola istirahat berubah, menguras uang tabungannya dan tidak jarang kali kehabisan uang, sering menculik uang dan dagangan berharga di rumah, tidak jarang merongrong keluarganya untuk mohon uang dengan sekian banyak  alasan, berubah rekan dan jarang mau memperkenalkan teman-temannya.

sering kembali lewat jam malam dan menginap di lokasi tinggal teman, tidak jarang pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau sarat kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam suasana mabuk.

3. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba saat di sekolah
Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, tidak jarang kelihatan mengantuk di sekolah, sering terbit dari ruang belajar pada masa-masa jam latihan dengan dalil ke kamar mandi, tidak jarang terlambat masuk ruang belajar setelah jam istirahat.

gampang tersinggung dan gampang marah di sekolah, tidak jarang berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang mula-mula (misalnya pekerjaan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh sebab memandang family di lokasi tinggal tidak menyerahkan dirinya kebebasan, mulai tidak jarang berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

Akibat Penyalahgunaan Narkoba Pengertian Narkoba
Penggunaan narkoba dapat mengakibatkan efek negatif yang akan mengakibatkan gangguan mental dan perilaku, sehingga menyebabkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada rangkaian saraf pusat di otak.

Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan menyebabkan tergangunya faedah kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Berbagai upaya untuk menanggulangi berkembangnya pecandu narkoba sudah dilakukan, tetapi terbentur pada lemahnya hukum. Beberapa bukti lemahnya hukum terhadap narkoba ialah sangat enteng hukuman untuk pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) tidak sedikit diberi fasilitas oleh pemerintah.

Sebagai perbandingan, di Malaysia andai kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang itu akan dihukum mati.

Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba dipakai secara terus menerus atau melebihi dosis yang sudah ditentukan akan menyebabkan ketergantungan. Kecanduan berikut yang akan menyebabkan gangguan jasmani dan psikologis, sebab terjadinya kehancuran pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh laksana jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang paling tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, jati diri pemakai dan kondisi atau situasi pemakai. Secara umum, akibat kecanduan narkoba bisa terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik:

  • Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kehancuran syaraf tepi
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
  • Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan faedah pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
  • Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan susah tidur
  • Dampak terhadap kesehatan reproduksi ialah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan faedah hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan faedah seksual
  • Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja wanita antara lain evolusi periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  • Untuk pemakai narkoba melewati jarum suntik, terutama pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya ialah tertular penyakit laksana hepatitis B, C, dan HIV yang sampai saat ini belum terdapat obatnya
  • Penyalahgunaan narkoba bisa berdampak fatal saat terjadi Over Dosis yakni konsumsi narkoba melebihi keterampilan tubuh guna menerimanya. Over dosis dapat menyebabkan kematian

Dampak Psikis:

  • Lamban kerja, sembrono kerja, tidak jarang tegang dan gelisah
  • Hilang keyakinan diri, apatis, pengkhayal, sarat curiga
  • Agitatif, menjadi buas dan tingkah laku yang brutal
  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

  • Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  • Pendidikan menjadi terganggu, masa mendatang suram

Dampak fisik, psikis dan sosial bersangkutan erat. Ketergantungan jasmani akan menyebabkan rasa sakit yang spektakuler (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan desakan psikologis berupa kemauan sangat kuat guna mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest).

Gejala jasmani dan psikologis ini juga sehubungan dengan fenomena sosial seperti desakan untuk mendustai orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

Bahaya untuk Remaja
Masa remaja adalahsuatu fase pertumbuhan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan menyusun perkembangan diri orang itu di masa dewasa.

Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak sebab narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

Pada masa remaja, malah keinginan guna mencoba-coba, mengekor trend dan gaya hidup, serta berfoya-foya besar sekali. Walaupun seluruh kecenderungan tersebut wajar-wajar saja, namun hal itu dapat juga mempermudah remaja guna terdorong menyalahgunakan narkoba. Data mengindikasikan bahwa jumlah pemakai narkoba yang sangat banyak ialah kelompok umur remaja.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila sebab pemakaian narkoba, semua remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini sudah terbukti dari pemakaian narkoba melewati jarum suntik secara bergantian.

Bangsa ini bakal kehilangan remaja yang paling banyak dampak penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia untuk bangsa.

Apa yang masih dapat dilakukan?
Banyak yang masih dapat dilakukan untuk menangkal remaja menyalahgunakan narkoba dan menolong remaja yang telah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu

1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, seringkali dalam format pendidikan, penyebaran informasi tentang bahaya narkoba, pendekatan melewati keluarga, dll. Instansi pemerintah, laksana halnya BKKBN, lebih tidak sedikit berperan pada etape intervensi ini.

kegiatan dilaksanakan seputar pemberian informasi melewati berbagai format materi KIE yang ditujukan untuk remaja langsung dan keluarga.

2. Sekunder, pada saat pemakaian sudah terjadi dan dibutuhkan upaya pengobatan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan mula (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan mengerjakan pemeriksaan jasmani dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk mengerjakan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

3. Tersier, yakni upaya guna merehabilitasi merekayang sudah menggunakan dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini seringkali terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, guna mempersiapkan pemakai pulang ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat.

supaya mantan penyalahguna narkoba dapat mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini seringkali berupa pekerjaan konseling, menciptakan kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan pekerjaan alternatif, dll.

Sebenarnya pun tidak sedikit semua pemakai narkoba hendak lepas dari dunia hitam ini. Akan namun usaha guna seorang pecandu lepas dari jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan. Untuk tersebut katakan Say no to drugs….!!!

Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Sejarah, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close