Kamis, November 16, 2017

Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli, Secara Umum, Secara Etimologi, Tujuan Kewirausahaan, Teori Kewirausahaan,Sejarah, Proses, Sifat, Ciri-ciri Dan Sikap Kewirausahaan.

Pengertian kewirausahaan secara umum ialah kewirausahaan ialah suatu proses dalam menggarap sesuatu yang baru atau kreatif dan bertolak belakang (inovatif) yang berfungsi dalam menyerahkan nilai lebih.

Kewirausahaan (bahasa Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha ialah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi tersebut dapat berupa gagasan inovatif, peluang, teknik yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut ialah penciptaan usaha baru yang disusun pada situasi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan memiliki makna yang berbeda-beda antar para berpengalaman atau sumber acuan sebab berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).

Seorang wirausahawan melakukan pembelian barang ketika ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang bakal datang dengan harga tidak menentu. Jadi pengertian ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.Berbeda dengan para berpengalaman lainnya.

menurut keterangan dari Penrose (1963) pekerjaan kewirausahaan merangkum indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sementara menurut keterangan dari Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup pekerjaan yang diperlukan untuk membuat atau mengemban perusahaan.

Pengertian Kewirausahaan

ketika semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen faedah produksinya belum diketahui sepenuhnyadan menurut keterangan dari Peter Drucker, kewirausahaan ialah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda.

Orang yang melakukan pekerjaan kewirausahaan dinamakan wirausahawan.Muncul pertanyaan kenapa seorang wirausahawan (entrepreneur) memiliki cara beranggapan yang bertolak belakang dari insan pada umumnya. Mereka memiliki motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang paling bersangkutan dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai insan unggul.

Pengertian Kewirausahaan Secara Etimologi
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha.Wira berarti pejuang, pahlawan, insan unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha ialah perbuatan amal, bekerja, dan melakukan sesuatu.[ Jadi wirausaha ialah pejuang atau pahlawan yang melakukan sesuatu.


Pengertian Kewirausahaan Menurut Para ahli Dan Pakar

Pengertian Kewirausahaan Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan ialah suatu keberanian untuk mengerjakan upaya upaya memenuhi keperluan hidup yang dilaksanakan oleh seseorang, atas dasar keterampilan dengan teknik manfaatkan segala potensi yang dipunyai untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan orang beda.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan ialah sebuah proses dalam merubah gagasan menjadi peluang komersil dan membuat nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”

Pengertian Kewirausahaan Menurut Buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan ialah proses mempersepsikan, menciptakan, dan memburu peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi disebutkan dalam kitab tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan tersebut sendiri susah untuk diukur.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship ialah usaha kreatif yang di bina menurut inovasi guna menghasilkan sesuatu yang baru, mempunyai nilai tambah, memberi manfaat, membuat lapangan kerja dan hasilnya berguna untuk orang lain.

Pengertian Kewirausahaan Menuruti Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan ialah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

Pengertian Kewirausahaan Menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) ialah suatu nilai yang diperlukan untuk mengawali usaha dan mengembangkan usaha.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan ialah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan bertolak belakang.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Zimmerer (1996) ialah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan permasalahan dan mengejar peluang untuk membetulkan kehidupan usaha.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship ialah segala sesuatu yang penting tentang seorang wirausaha, yaitu orang yang mempunyai sifat bekerja keras dan berkorban, memfokuskan segala daya dan berani memungut risiko guna mewujudkan gagasannya.

Sejarah kewirausahaan
Wirausaha secara historis telah dikenal semenjak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.Di luar negeri, istilah kewirausahaan sudah dikenal semenjak abad 16, sementara di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20.

Beberapa istilah wirausaha laksana di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis semenjak 1950-an di sejumlah negara laksana Eropa, Amerika, dan Kanada.Bahkan semenjak 1970-an tidak sedikit universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.

Pada tahun 1980-an, nyaris 500 sekolah di Amerika Serikat menyerahkan pendidikan kewirausahaan.DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada sejumlah sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.

Sejalan dengan pertumbuhan dan tantangan laksana adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melewati pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Proses kewirausahaan
Berdasarkan keterangan dari Carol Noore yang dilansir oleh Bygrave, proses kewirausahaan dimulai dengan adanya inovasi.Inovasi itu dipengeruhi oleh sekian banyak  faktor baik yang berasal dari individu maupun di luar pribadi, laksana pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.

Faktor-faktor tersebut menyusun ‘’locus of control’’, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan perkembangan yang lantas berkembangan menjadi wirausahawan yang besar.Secara internal, keinovasian diprovokasi oleh hal yang bersal dari individu, laksana locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman.

Sedangkan hal yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang.Oleh sebab itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melewati proses yang diprovokasi lingkungan, organisasi, dan keluarga.

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan
Untuk dapat menjangkau tujuan yang diharapkan, maka masing-masing orang membutuhkan ciri-ciri dan pun mempunyai sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha merupakan:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani memungut risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha :

  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berjuang untuk berprestasi, berorientasi pada laba, mempunyai ketekunan dan ketabahan, mempunyai tekad yang kuat, suka bekerja keras, bersemangat dan mempunyai inisiatif.
  • Memiliki keterampilan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, bisa bergaul dengan orang beda dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba dapat dan mempunyai jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan teknik pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki kepercayaan bahwa hidup tersebut sama dengan kerja keras.

Tahap-tahap kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap mengerjakan wirausaha:

1. Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk mengerjakan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, dimulai dengan menyaksikan peluang usaha baru yang barangkali apakah membuka usaha baru, mengerjakan akuisisi, atau mengerjakan ‘’franchising’’.Tahap ini pun memilih jenis usaha yang akan dilaksanakan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.

2. Tahap mengemban usaha
Dalam etape ini seorang wirausahawan mengelola sekian banyak  aspek yang berhubungan dengan usahanya, merangkum aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang mencakup bagaimana memungut risiko dan memungut keputusan, pemasaran, dan mengerjakan evaluasi.

3. Tahap menjaga usaha
Tahap di mana wirausahawan menurut hasil yang telah dijangkau melakukan analisis pertumbuhan yang dijangkau untuk ditindaklanjuti cocok dengan situasi yang dihadapi.

4. Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana andai hasil yang didapatkan tergolong positif atau merasakan perkembangan atau bisa bertahan maka ekspansi usaha menjadi di antara pilihan yang barangkali diambil.

Sikap wirausaha
Dari susunan ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat anda identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diusung dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

1. Disiplin
Dalam mengemban kegiatannya, seorang wirausahawan mesti mempunyai kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin tersebut sendiri ialah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.

Ketepatan yang dimaksud mempunyai sifat menyeluruh, yakni ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.Ketepatan terhadap waktu, bisa dibina dalam diri seseorang dengan berjuang menyelesaikan kegiatan sesuai dengan masa-masa yang direncanakan.

Sifat tidak jarang menunda kegiatan dengan sekian banyak  macam alasan, ialah kendala yang bisa menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilanKedisiplinan terhadap komitmen bakal kualitas kegiatan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan bakal komitmen tersebut.

Wirausahawan mesti taat asas. Hal itu akan bisa tercapai andai wirausahawan mempunyai kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang sudah ditetapkan Ketaatan wirausahawan bakal kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya ialah contoh dari kedisiplinan bakal kualitas kegiatan dan sistem kerja.

2. Komitmen Tinggi
Komitmen ialah kesepakatan tentang sesuatu urusan yang diciptakan oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam mengemban kegiatannya, seorang wirausahawan mesti mempunyai komitmen yang jelas, terarah dan mempunyai sifat progresif (berorientasi pada kemajuan).

Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat diciptakan dengan identifikasi cita-cita, asa dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.Sedangkan misal komitmen wirausahawan terhadap orang lain khususnya konsumennya ialah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang cocok dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian untuk masalah konsumen, dan sebagainya.

Seorang wirausahawan yang teguh mengawal komitmennya terhadapkonsumen, bakal mempunyai nama baik di mata konsumen yang kesudahannya wirausahawan itu akan mendapatkan keyakinan dari konsumen, dengan akibat pembelian terus meningkat sampai-sampai pada akhirnya terjangkau target perusahaan yaitu mendapat  laba yang diharapkan.

3. Jujur
Kejujuran adalahlandasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku mempunyai sifat kompleksKejujuran mengenai ciri khas produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran tentang promosi yang dilakukan.

kejujuran tentang pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran tentang segala pekerjaan yang berhubungan dengan penjualan produk yang dilaksanakan olehwirausahawan.

4. Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan mesti mempunyai daya kreativitas yang tinggi.Daya kreativitas itu usahakan dilandasi oleh cara beranggapan yang maju, sarat dengan gagasan-gagasan baru yang bertolak belakang dengan produk-produk yang sudah ada sekitar ini di pasar.

Gagasan-gagasan yang kreatif lazimnya tidak dapat diberi batas oleh ruang, format ataupun waktu. Justru biasanya ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya ialah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang sepertinya mustahil.

5. Mandiri
Seseorang disebutkan “mandiri” bilamana orang itu dapat melakukan kemauan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak beda dalammengambil keputusan atau bertindak, tergolong mencukupi keperluan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.

Kemandirian adalah sifat mutlak yang mesti dipunyai oleh seorang wirausahawan.Pada prinsipnya seorang wirausahawan mesti mempunyai sikap berdikari dalam memenuhi pekerjaan usahanya

6. Realistis
Seseorang disebutkan realistis bila orang tersebut dapat menggunakan fakta/realita sebagai landasan beranggapan yang rasional dalam setiap pemungutan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.

Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, tetapi pada akhirnya merasakan kegagalan melulu karena wirausahawan itu tidak realistis, objektif dan rasional dalam pemungutan keputusan bisnisnya.

Karena itu diperlukan kecerdasan dalam mengerjakan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang terdapat kebersangkutanan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha
Berdasarkan keterangan dari Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada sejumlah faktor yang mengakibatkan wirausaha tidak berhasil  dalam menjalankan usaha barunya:

1. Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan hal penyebab utama yang menciptakan perusahaan tidak cukup berhasil.

2. Kurang kawakan baik dalam keterampilan mengkoordinasikan, kemampuan mengelola sumber daya manusia, maupun keterampilan mengintegrasikan operasi perusahaan.

3. Kurang bisa mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat sukses dengan baik, hal yang sangat utama dalam keuangan ialah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan merawat aliran kas mengakibatkan operasional perusahan dan menyebabkan perusahaan tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan adalahtitik mula dari sebuah kegiatan, sekali tidak berhasil  dalam perencanaan maka bakal mengalami kendala dalam pelaksanaan.

5. Lokasi yang tidak cukup memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan hal yang menilai keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat menyebabkan perusahaan sulit beroperasi sebab kurang efisien.

6. Kurangnya pemantauan peralatan.
Pengawasan erat bersangkutan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan menyebabkan pemakaian perangkat tidak tepat guna dan tidak efektif.

7. Sikap yang tidak cukup sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan menyebabkan usaha yang dilaksanakan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap separuh hati, bisa jadi gagal menjadi besar.

8. Ketidakmampuan dalam mengerjakan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang tidak cukup siap menghadapi dan mengerjakan perubahan, tidak bakal menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya dapat diperoleh bilamana berani menyelenggarakan perubahan dan dapat membuat pergantian setiap waktu.

Peran Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional
Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam meminimalisir tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan keyakinan diri, serta menambah daya beli pelakunya.

Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam meluangkan lapangan kerja untuk para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh peluang kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.

Menurunnya tingkat pengangguran dominan  terhadap naiknya penghasilan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Di samping itu, dominan  pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang seringkali ditimbulkan oleh sebab tingginya pengangguran.

Seorang wirausaha mempunyai peran paling besar dalam mengerjakan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian sebuah negara merupakan:

  • Menciptakan lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan penghasilan masyarakat
  • Mengombinasikan faktor–faktor buatan (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
  • Meningkatkan produktivitas nasional


Tujuan Kewirausahaan
Seorang sosiolog mempunyai nama David McCleland menyampaikan bahwa, bilamana sebuah negara hendak menjadi makmur, paling tidak sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan warga di negara itu menjadi wirausahawan.

Indonesia sendiri sampai ketika ini menurut keterangan dari sebuah penelitian jumlah warga yang menjadi wirausaha baru selama 0,18%, menurut keterangan dari informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya sudah melonjak tajam menjadi.

maka tidaklah mengherankan bilamana saat ini, situasi pereekonomian Indonesia terbelakang jauh dari negeara tetangga yakni Singapura yang mempunyai prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, lagipula jika mesti dikomparasikan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang nyaris 13%  penduduknya menjadi wirausahawan.

Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangunkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, guna ikut membuat lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak melulu menjadi pencari kerja (job seeking).

Dengan dilandasi motivasi nasionalisme bahwa bangsa Indonesia mesti mampu berlomba dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan tidak sedikit mahasiswa yang termotivasi guna meningktakan kualitas dirinya dan melahirkan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.

Mengapa dengan semakin tidak sedikit wirausahawan disuatu negara akan menambah daya saing negara itu ?, jawabanya saya kira lumayan jelas. Pertama, suatu negara yang mempunyai wirausahawan tidak sedikit tentunya bakal mendapatkan pendapatan yang besar dari sektor pajak, atas pekerjaan ekonomi yang mereka lakukan.

jajaki bayangkan bilamana suatu negara terlalu tidak sedikit pegawai negeri sipil yang tidak cukup atau bahkan tidak produktif, maka mereka masing-masing bulan memakan perkiraan negara guna menggaji mereka, tetapi sumbangsih mereka pada perekonimian nasional paling minim baik dari sisi pajak maupun tingkat konsumsi.

Mari anda lihat misal lainya, dengan semakin tidak sedikit penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka bakal mandiri, tidak bakal bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam urusan ini pemerintah mesti pro aktif meluangkan modal untuk para pengusaha supaya benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif.

dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil deviden usaha mereka akan ditabung di bank-bank dalam negeri, sampai-sampai perputaran duit semakin lancar, dengan urusan itu modal mereka akan meningkat sehingga dapat menembus pangsa pasar global.

yang nantinya mendongkrak neraca ekspor-impor dan akan meningkatkan devisa negara secara signifakan, maka dengan urusan itu sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan mempunyai peran yang sangat urgen untuk mendongkrak harkat martabat sebuah bangsa dikancah internasional.

Selanjutnya ditinjau dari sisi GNP (Gross National Product), bilamana semakin tidak sedikit uang yang didapatkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, sebab berwirausaha maka dana yang dihasilkan berkesempatan semakin besar, bertolak belakang dengan gaji yang nominalnya relatif tetap.

Akan menambah GNP yakni keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi penduduk negara warga tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan menambah GNP ini bakal semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, sebab ketersediaan perkiraan semakin meningkat.

Dari sejumlah dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat diputuskan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk menambah ekonomi masyarakat dan secara umum menambah harkat dan martabat individu wirausahawan serta bangsa dan negara.

dengan pengetahuan tersebut diinginkan akan semakin tidak sedikit warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, tetapi perlu diacuhkan dalam berjuang harus mengedepankan kejujuran, sampai-sampai apa yang didapatkan dapat bermanfa’at untuk masyarakat luas.

Teori Kewirausahaan
Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah sekian banyak  macam teori mengenai kewirausahaan, bakal coba saya uraikan sekian banyak  teori kewirausahaan, diantaranya ialah sebagai inilah :

1. Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai suatu istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) melulu mengetahui ongkos dan penerimaan perusahaan dan sekedar mengerjakan kalkulasi matematis guna menilai nilai optimal dari variabel keputusan.

Jadi pendekatan neoklasik tidak lumayan mampu untuk menyatakan isu tentang kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian paling tidak terlihat, lumrah saja, sebab ini memang pada masa lampau dimana belum begitu penting masalah kemandirian, tetapi cukup dapat menjadi teori mula untuk mencetuskan teori-teori berikutnya.

2. Kirzerian Entrepreneur
Dalam teori Kirzer menyoroti mengenai kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, guna swa(mandiri), dalam berusaha, sampai-sampai maju mundurnya sebuah usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.

Dari sekian banyak  disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang di anggap dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha diakibatkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan mencetuskan peluang guna dimaksimalkan.

urusan ini sehubungan dengan keberanian memungut peluang, berspekulasi, mengatur organisasi, dan melahirkan sekian banyak  macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul kebiasaan dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan dominan  pada kemampuanya menanggapi kesempatan usaha dan mengubah usaha.

sebagai misal orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka kenyataan dilapangan menunjukkan, bahwa tidak sedikit sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha.

Selanjutnya teori psikologi, menurut keterangan dari saya teori ini lebih menekankan pada motif pribadi yang melatarbelakangi dirinya guna berwirausaha, bilamana sejak kecil ditanamkan guna berprestasi, maka lebih besar bisa jadi seorang pribadi lebih berani dalam menanggapi kesempatan usaha yang diperolehnya.

3. Teori perilaku,
bagaimana seorang wirausahawan mesti memiliki kemampuan dalam mengorganisasikan sebuah usaha, memanaje finansial dan hal-hal bersangkutan, membina jaringan, dan menjual produk, diperlukan pribadi yang supel dan pandai bergaul guna memajukan sebuah usaha.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close