Minggu, Oktober 29, 2017

Pengertian Bank, Menurut Para Ahli , Asal Kata Bank, Fungsi Bank Dan Jenis-jenis Bank

Mengenai makna bank dapat dipastikan seluruh orang telah mengerti, baik yang pernah mengenyam edukasi di sekolah ataupun yang tidak sekolahpun tentu tahu makna umum dari bank.

Meskipun tidak seluruh orang memiliki tabungan di bank, namun kata bank tidak jarang dijumpai dalam kehidupan sehari hari, laksana iklan di TV yang sering memperlihatkan iklan bank, atau saat bepergian kita menyaksikan gedung bank.

Pengertian Bank

Asal kata BANK
Kata bank berasal dari bahasa Italia yakni BANCO yang berarti bangku. Bangku disini dimaksudkan sebagai meja operasional semua bankir jaman dahulu dalam melayani semua nasabahnya. Istilah bangku ini lantas menjadi populer dengan nama BANK.

Pengertian Bank Menurut Para Ahli Dan Pakar

Pengertian Bank Menurut Kasmir : 2003
Bank secara simpel dapat ditafsirkan sebagai lembaga finansial dimana pekerjaan utamanya ialah menghimpun dana dari masyarakat serta mengalirkan kembali dana itu ke masyarakat serta menyerahkan jasa bank lain.

Pengertian Bank Menurut Undang-undang RI nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 mengenai perbankan (pasal 1 ayat 2)
Bank ialah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam format simpanan dan menyalurkannya untuk masyarakat dalam format kredit dan atau bentuk-bentuk beda dengan destinasi untuk menambah taraf hidup orang banyak.

Dijelaskan lebih lanjut dalam pasal 1 ayat 3 bahwa bank umum ialah bank yang mengemban kegiatan-kegiatan konvensional maupun secara syariah dalam kegiatannya menyerahkan jasa finansial dalam kemudian lintas pembayaran.

Pengertian Bank Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 23 tahun 1999
Pengertian bank ialah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang yang berlaku.

Pengertian Bank Menurut Abdullah (2005)
mendefinisikan bank adalah bagian dari lembaga finansial yang bermanfaat intermediasi yakni menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki keunggulan dana dan mengalirkan dana tersebut untuk masyarakat yang berkekurangan dana.

Pengertian Bank Menurut Wikipedia
Pengertian bank ialah sebuah lembaga intermediasi finansial umumnya didirikan dengan kewenangan guna menerima tabungan uang, peminjaman uang, dan mengeluarkan promes atau banknote.

Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) ialah sebuah lembaga intermediasi finansial umumnya didirikan dengan kewenangan guna menerima tabungan uang, meminjamkan uang, dan mengeluarkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti lokasi penukaran duit.

Sedangkan menurut keterangan dari undang-undang perbankan bank ialah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam format simpanan dan menyalurkannya untuk masyarakat dalam format kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka menambah taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah merasakan perubahan besar dalam sejumlah tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif sebab deregulasi peraturan. Saat ini, bank mempunyai fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, tempat tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk tabungan deposan.

Pengertian Bank Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 31 , 
yakni : Bank ialah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara finansial antara pihak-pihak yang memiliki keunggulan dana dan pihak-pihak yang membutuhkan dana, serta sebagai lembaga yang bermanfaat memperlancar kemudian lintas pembayaran

Sehingga secara umum dapat diputuskan bahwa definisi bank ialah adalahperusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya kegiatan perbankan selalu sehubungan dengan bidang finansial dimana pekerjaan utamanya ialah menghimpun dana, mengalirkan dana dan menyerahkan jasa bank lainnya atas dasar keyakinan yang sudah diperolehnya.

Pengertian Bank Menurut KBBI
badan usaha di bidang finansial yang unik dan menerbitkan uang dalam masyakarat, terutama menyerahkan kredit dan jasa dalam kemudian lintas pembayaran dan peredaran uang

Jenis-jenis Bank
1. Bank Sentral, yakni bank yang tugasnya dalam mengeluarkan uang kertas dan logam sebagai perangkat pembayaran yang sah dalam sebuah negara dan menjaga konversi duit dimaksud terhadap emas atau perak atau keduanya.

2. Bank Umum, yakni bank yang tidak hanya dapat meminjamkan atau menginvestasikan sekian banyak  jenis simpanan yang diperolehnya, tetapi pun dapat menyerahkan pinjaman dari membuat sendiri duit giral.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yakni bank yang melaksanakan pekerjaan usaha secara konvensional atau menurut prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak menyerahkan jasa dalam kemudian lintas pembayaran.

4. Bank Syariah, yakni bank yang beroperasi menurut prinsip untuk hasil (sesuai kaidah doktrin islam mengenai hukum riba).

Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Bagi menjalankan kegunaannya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki sejumlah sumber yang secara garis besar terdapat tiga sumber, yaitu:

  • Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal masa-masa pendirian.
  • Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikoleksi melalui usaha perbankan laksana usaha tabungan giro, deposito dan tabanas.
  • Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang didapatkan dari pinjaman duit yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu bisa ditarik oleh bank yang meminjam) dan mengisi persyaratan. Mungkin kita pernah mendengar sejumlah bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, di antara penyebabnya ialah karena tidak sedikit kredit yang bermasalah atau macet.


2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan untuk masyarakat dalam format pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.

3. Pelayan Jasa Bank dalam melaksanakan tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” mengerjakan berbagai kegiatan kegiatan antara lain ekspedisi uang, inkaso, periksa wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya

FUNGSI BANK
Secara umum faedah bank ialah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya berpulang pada masyarakat untuk sekian banyak  tujuan atau faedah Financial Intermediary. Fungsi bank ini diajukan oleh Susilo, Triandoro dan Santoso (2006:9).

Fungsi utama bank secara spesifik dipecah menjadi 3 yaitu:

  1. Agent of Trust
  2. Agent of Development
  3. Agent of Service

Penjelasan setiap akan kami jabarkan sebagai berikut:

1. Agent of Trust
Kepercayaan ialah kunci dan dasar utama pekerjaan perbankan ini (trust). Kepercayaan disini meliputi pekerjaan menghimpun dana dari masyarakat maupun dalam penyalurannya pulang ke masyarakat atau bank lain.

Kunci utama masyarakat inginkan menitipkan duit yang mereka miliki untuk bank bilamana sudah dilandasi atas dasar kepercayaan untuk bank tersebut. Masyarakat telah yakin dan percaya duit yang mereka titipkan bakal aman dan dapat dipungut sewaktu-waktu tanpa adanya ketakutan bank bakal bangkrut atau tidak dapat diambil kembali.

Begitu pula bank dalam mengalirkan dana titipan itu untuk dipinjamkan untuk debitur pun atas asas kepercayaan.

Dimana bank tidak akan cemas debitur bakal menyalahgunakan duit yang telah dipinjamkan untuk mereka sebab bank percaya debitur memiliki keterampilan untuk menunaikan sesuai perhitungan yang masuk akal. Dan bank percaya bahwa debitur bakal mempunyai niat untuk menunaikan meskipun ketika jatuh tempo.

Agar masyarakat inginkan menyimpan dananya di bank, maka pihak perbankan menyerahkan balas jasa untuk si penyimpan. Balas jasa itu dapat berupa bunga, untuk hasil, hadiah, pelayanan dan lain-lain. Semakin tinggi balas jasa yang diserahkan akan meningkatkan minat masyarakat guna menyimpan uangnya

2. Agent of Develompment
Sektor riil dan sektor moneter ialah dua urusan perekonomian yang tidak bisa dipisahkan, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Jika salah satunya bekerja tidak cukup baik maka dominan juga pada tidak cukup baik pada sisi lainnya.

Disini bank difungsikan memberikan pekerjaan yang memungkinkan masyarakat mengerjakan investasi, penyaluran serta konsumsi/jasa dimana semua pekerjaan tersebut tidak bisa terpisahkan dari pemakaian uang. Jika seluruh kegiatan tersebut berjalan lancer pasti akan tidak sedikit membantu dalam pembangunan perekonomian masyarakat.

4. Agent of Service

Selain pekerjaan utama bank menghimpun dan mengalirkan uang, bank pun memberikan penawaran jasa perbankan lainnya untuk masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini erat dengan pekerjaan perekonomian masyarakat secara umum. Jasa disini berupa ekspedisi uang, barang berharga, pemberian garansi bank maupun solusi tagihan.


Fungsi bank umum oleh Crosse & Hempel : 1980

  • Penciptaan Uang
  • Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran
  • Penghimpunan dana tabungan masyarakat
  • Mendukung kelancaran transaksi internasional
  • Penyimpanan dagangan berharga
  • Pemberian jasa-jasa lainnya

Reformasi Bank
Paket Juni 1983 ialah kebijakan perbankan yang dikeluarkan tanggal 1 juni 1983 ini pun dikenal sebagai paket non ceiling policy dalam makna perbankan telah dilepaskan dari peraturan batas atas (ceiling) suku bunga.

Hal ini berarti bank-bank boleh menilai suku bunga yang ditawarkan untuk masyarakat cocok dengan pertimbangannya sendiri. Bank boleh menawarkan suku bunga kredit yang sangat murah sekalipun begitu pula bank boleh menawarkan suku bunga simpanan atau deposito setinggi langit.

Pertimbangannya penentuan suku bunga tersebut dipulangkan untuk masing-masing bank sepanjang mengekor prnsip ekonomi yakni sepanjang masih memastikan kelangsungan hidup bank.

Pokok-pokok kepandaian deregulasi perbankan 1 juni 1983 yaitu :
1. Pagu credit (ceiling policy) dibebaskan dengan kata lain setiap bank bisa mengadakan perluasan kreditnya menurut keterangan dari pengelolaan setiap bank asalkan bank itu mempunyai loanable funds yang cukup.

2. Loanable funds yang bersumberkan dari kredit likuiditas dan bank Indonesia (KLBI) diberi batas dan hanya diserahkan untuk kredit-kredit yang mempunyai sifat prioritas.

3. Masing-masing bank bebas menilai tingkat bunga tabungan dan bunga pinjamannya.

PAK TO 1988
Kebijakan paket kebjakan 1 juni 1983 dalam urusan mobilisasi dana serta penambahan efisiensi perbankan menjadi dasar dilanjutkannya deregulasi di bidang perbankan.

Memang, di antara tujuan dan deregulasi di bidang perbankan ialah menciptakan sebuah iklim yang mendorong terjadinya terjadinya kompetisi usaha sehat diantara bank-bank untuk menambah efisiensi dalam pekerjaan usahanya.

Pada mula tahun 1988, suasana perekonomian di Indonesia mulai membaik. Hal ini mendorong pemerntah guna melanjutkan dan mempeluas lagi kepandaian deregulasi di bidang perbankan yakni dikeluarkannya paket kepandaian 27 oktober 19988 (pakto 1988) yang adalah titik adanya “liberalisasi dalam sector perbankan”.

Tujuan dari pakto 1988 yaitu :

  • Peningkatan mobilisasi dana dan alokas dana
  • Pendayagunaan lembaga finansial dan perbankan supaya bergfunsi sebagai sarana transaksi yang bisa mendorong ekspor non minyak dan gas
  • Peningkatan efisiensi dan fasilitas pendirian bank
  • Pengendalian kepandaian moneter serta pencipataan iklim pengembangan pasar modal.

Secara umum destinasi dilancarkannya deregulasi dapat diputuskan :

  • Penyederhaan proses sekian banyak  kegiatan ekonomi.
  • Penekanan ongkos-ongks non produktif dalam perekonomian.
  • Efisiensi lembaga-lembaga pelaku ekonomi.
  • Pengurangan campur tangan pemerintah dalam perekonomian
  • Mengupayakan menciptakan daya saing produk di domestik lebih lumrah dalam percaturan ekonomi internasional.
Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Penjelasan, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close