Minggu, Oktober 29, 2017

Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli Dan Secara Umum, Unsur-unsur Bangsa, Faktor-faktor Pembentukan Bangsa Dan Ciri-Ciri bangsa.

Bangsa ialah suatu kumpulan manusia yang dirasakan Nasional mempunyai identitas bersama, dan mempunyai keserupaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan sejarah. Mereka umumnya dirasakan mempunyai asal usul keturunan yang sama.

Jika diperdengarkan dengan kata ‘bangsa’, banyak sekali orang seringkali akan menyamakan istilah ini dengan istilah ‘negara’. Padahal, dua kata atau juga istilah ini adalahdua kata / istilah yang jauh berbeda.

Istilah bangsa dapat ditafsirkan sebagai sekelompok orang yang mempunyai identitas, budaya, adat, serta ideologi yang sama, sementara istilah negara dapat ditafsirkan sebagai wadah organisasi yang dipakai untuk menampung dan melayani bangsa – bangsa yang terdapat di dalamnya. Contonya Padang, Jawa, Batak, Papua, Melayu (adalahbangsa) dan Indonesia (adalahnegara)

Bangsa Indonesia

Hingga ketika ini, telah ada tidak sedikit sekali berpengalaman di bidang sosial yang mengupayakan untuk mendefenisikan makna kata bangsa, seperti sejumlah contohnya ialah sebagai inilah :

Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
1. Hans Kohn
Berdasarkan keterangan dari Hans Kohn, bangsa terjadi sebagai akibat adanya persamaan ras, bahasa, adat istiadat, dan agama yang menjadi pembeda antara satu bangsa dengan bangsa lainnya.

2. Jalobsen dan Lipman
Berdasarkan keterangan dari Jalobsen dan Lipman dalam kitab "Politics: Individual and State" karya Robert Wesson (1998), bangsa ialah suatu kesatuan kebiasaan (cultural unity) dan satu kesatuan politik (political unity).

Dari sejumlah pengertian bangsa oleh sejumlah orang berpengalaman yang satu dengan lainnya berbeda. Hal ini diakibatkan oleh sudut pandang mereka yang bertolak belakang pula.

3. Lothrop Stoddard
Bangsa, nation, natie ialah suatu keyakinan yang dipunyai oleh sebanyak orang yang lumayan banyak, bahwa mereka adalahsuatu bangsa. Ia adalahsuatu perasaan mempunyai secara bareng sebagai sebuah bangsa.

4. Ir. Soekarno
Bangsa ialah segerombolan insan yang besar, keras ia mempunyai kemauan bersatu, le desir d’etre ensemble (keinginan guna hidup bersama), keras ia memiliki character gemeinschaft (persamaan nasib/karakter), persamaan watak, namun yang hidup di atas satu distrik yang nyata satu unit.

5. Otto Bauer
Berdasarkan keterangan dari Otto Bauer, definisi bangsa ialah sekelompok insan yang mempunyai keserupaan karakter, yang diakibatkan oleh persamaan nasib dan empiris sejarah kebiasaan yang tumbuh dan berkembang bareng dengan tumbuh kembangnya bangsa.

6. Ben Anderson
Berdasarkan keterangan dari Ben Anderson, bangsa adalahkomunitas politik yang dibayangkan dalam distrik yang telah jelas batas – batasnya dan sudah dinyatakan atau juga berdaulat.

7. Ernest Renan
Berdasarkan keterangan dari Ernest Renan, definisi bangsa ialah sekelompok insan yang berada dalam sebuah ikatan batin yang dipersatukan sebab mempunyai persamaan sejarah, serta cita – cita atau pun destinasi yang sama.

PENGERTIAN BANGSA SECARA UMUM
Bangsa adalah terjemahan dari bahasa Inggris yakni "nation" yang mana berasal dari bahasa latin "natio" yang artinya ialah sesuatu sudah lahir, dapat dimaknai sebagai keturunan. Bangsa adalahsekelompok orang yang berada dalam satu keturunan.

Pengertian Bangsa Berdasarkan keterangan dari SOSIOLOGIS / ANTROPOLOGIS
Definisi bangsa menurut keterangan dari sosiologis ialah persekutuan hidup yang dibulatkan oleh adanya keserupaan sejarah, keturunan, tradisi, kepercayaan, kebiasaan dan basa.

Daftar orang yang saling memerlukan dan berkolaborasi dalam rangka menjangkau tujuan dalam sebuah wilayah tertentu, itulah yang dinamakan dengan persekutuan hidup.

Pengertian Bangsa Berdasarkan keterangan dari POLITIS
Dalam definisi politik, bangsa ialah suatu masyarakat dalam suatu wilayah yang sama dan mereka tunduk untuk kedaulatan negaranya sebagai suatu dominasi teringgi terbit dan kedalam, bangsa diikat oleh suatu organisasi dominasi / politik, yakni negara beserta pemerintahnya, serta di ikat oleh satu kesatuan distrik nasional, hukum, perundang-undangan yang berlaku.

Pengertian Bangsa Berdasarkan keterangan dari KBBI
Berdasarkan yang tertulis dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bangsa memiliki makna sebagai orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejasejarah serta berpemerintahan sendiri

Proses Terbentuknya Bangsa
Ditarik dari definisi di atas, definisi bangsa dapat disimpulkan merujuk untuk sekolompok insan yang memiliki keserupaan satu sama beda baik dari sisi keturunan, tradisi, adat istiadat, agama dan lain-lain.

Ada atau tidaknya bangsa tidak terlepas dari terdapat dan tidaknya mansuia di dalamnya. Dalam menjalani kehidupan, insan senantiasa memerlukan dan bergantung pada insan lainnya. Seseorang tidak bakal dapat memenuhi keperluan hidupnya sendirian.

Karena saling membutuhkan, insan wajib mengerjakan sosialisasi dengan insan lain. Manusia yang satu bakal bergabung dengan insan lain dan membentuk kumpulan dalam rangka pemenuhan keperluan hidup dan menjangkau tujuannya.

Naluri insan guna tidak jarang kali hidup beserta orang beda disebut gregariousness. Oleh sebab itu, manusia pun disebut sebagai social animal (hewan sosial) atau fauna yang memiliki naluri guna senantiasa hidup bareng (Soerjono Soekanto, 1986). Naluri itu tergambarkan dari hasrat insan untuk tidak jarang kali menjadi satu (berkelompok) dengan insan lain dalam sebuah masyarakat.

Aristoteles (384–322 SM), seorang filsuf (ahli pikir) bangsa Yunani kuno berasumsi bahwa pada hakikatnya manusia merupakan zoon politicon, dengan kata lain makhluk yang tidak jarang kali hidup bermasyarakat. Adapun Ibnu Khaldun (1332– 1406) berasumsi bahwa hidup bermasyarakat merupakan merupakan kewajiban (wajib) untuk manusia.

Manusia tidak bisa hidup tanpa orang beda dalam menjangkau tujuan (dalam G.N. Asiyeh dan I.M. Oweiss: 1988). Pendapat Aristoteles dan Ibnu Khaldun tersebut menimbulkan pemahaman bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Kemampuan insan mengembangkan diri sendiri sebagai makhluk pribadi hanya dimiliki manusia sebab ia berada dalam suatu masyarakat.

Secara realitas, seorang manusai tersebut hidup bareng dalam sekian banyak  kelompok yang pelbagai latar belakangnya. Mula-mula insan hidup dalam suatu keluarga. Lalu menurut kepentingan dan wilayah lokasi tinggalnya, ia hidup dalam kesatuan sosial yang dinamakan masyarakat (community) dan bangsa.

Unsur-unsur Pembentuk Bangsa

Benedict Anderson menafsirkan bangsa sebagai komunitas politik yang dibayangkan dalam distrik yang jelas batasnya serta berdaulat. Ada tiga bagian pokok dari definisi itu.

1. Komunitas politik yang dibayangkan
Suatu bangsa adalahkomunitas politik yang dibayangkan sebab pada anggota dari bangsa yang sangat kecil sekalipun tidak saling kenal. Meskipun demikian, semua anggota bangsa tersebut selalu memandang satu sama beda sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Perasaan sebangsa berikut yang menyebabkan tidak sedikit anggotanya rela mati untuk komunitas yang dibayangkan itu.

2. Mempunyai batas distrik yang jelas
Bangsa dibayangkan sebagai sesuatu yang pada hakikatnya mempunyai sifat terbatas. Bangsa-bangsa yang sangat besar sekalipun dengan warga ratusan juta jiwa memiliki batas distrik yang relatif jelas. Di luar perbatasan tersebut akan didatangi wilayah bangsa-bangsa yang lain. Tidak satu bangsa pun menginginkan dirinya mencakup semua umat insan di bumi.

3. Berdaulat
Bangsa dibayangkan sebagai berdaulat. Ini sebab sebuah bangsa sedang di bawah sebuah negara yang mempunyai dominasi atas semua wilayah serta bangsa tersebut.

Berdasarkan unsur-unsur di atas bisa ditarik benang merah bahwa sekelompok insan yang berada dalam sebuah wilayah tertentu yang memiliki karakter, identitas, atau kebiasaan yang khas, serta bersatu bisa disebut bangsa. Di samping itu, sebuah bangsa tunduk pada aturan tertentu sebab persamaan nasib, tujuan, dan cita-cita.

Jadi, unsur-unsur sebuah bangsa dapat diputuskan sebagai berikut.

  • Ada sekelompok insan yang mempunyai keinginan untuk bersatu.
  • Berada dalam sebuah wilayah tertentu.
  • Ada kehendak untuk menyusun atau sedang di bawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri.
  • Secara psikologis merasa senasib, sepenanggungan, setujuan, serta secitacita.
  • Ada keserupaan karakter, identitas, budaya, bahasa, dan lain-lain sampai-sampai dapat dipisahkan dengan bangsa lainnya.

Faktor – Faktor Pembentukan Bangsa
Sebuah bangsa seringkali hanya dapat terbentuk ketika sejumlah faktor inilah ini telah terpenuhi.

1. Primordial
Faktor pembentuk bangsa yang kesatu ialah primordial. Primordial adalahistilah yang dipakai untuk menggambarkan keserupaan dalam sekian banyak  macam bidang seperti keserupaan dalam urusan budaya, keserupaan dalam urusan bahasa, keserupaan dalam urusan adat istiadat, keserupaan dalam urusan suku bangsa, dan ikatan kekerabatan.

2. Sakral
Faktor pembentuk bangsa yang kedua ialah sakral. Istilah sakral dalam hal ini dapat ditafsirkan sebagai keserupaan agama atau pun keyakinan yang dianut oleh masayarakat anggota sebuah bangsa tertentu.

3. Tokoh
Faktor pembentuk bangsa yang ketiga ialah tokoh. Dalam pembentukan bangsa, figur sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan – tujuan bangsa.

4. Sejarah
Faktor pembentuk bangsa yang keempat ialah sejarah. Sejarah dapat ditafsirkan sebagai riwayat perjuangan bareng yang dirasakan oleh sekelompok masyarakat yang menumbuhkan solidaritas antar sesama anggota sebuah bangsa.

5. Perkembangan Ekonomi
Faktor pembentuk bangsa yang terahir ialah perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi seringkali akan memunculkan perubahan dalam pola hidup masyarakat. Nah, saat suatu bangsa secara bareng – sama tumbuh dan berkembang di dalam dunia ekonomi, maka antar personel dalam bangsa itu akan dapat saling dukung dalam pemenuhan keperluan mereka sampai-sampai keutuhan bangsa bisa terus terjaga.

Ciri - Ciri Bangsa
Berdasarkan definisi bangsa tersebut, bangsa mempunyai ciri-ciri antara beda sebagai berikut:

  1. Sekelompok insan yang mempunyai rasa kebersamaan (self belonging together) 
  2. Memiliki distrik tertentu namun belum mempunyai pemerintahan sendiri
  3. Ada kehendak bareng untuk menyusun atau berada dibawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri
  4. Keanggotaan orangnya mempunyai sifat kebangsaan/nasionalitas
  5. Tidak ditentukan secara tentu waktu kelahirannya, laksana suku bangsa Betawi yang tidak diketahui secara tentu kapan mulai ada/muncul suku bangsa betawi itu
  6. Dapat terjadi sebab adanya keserupaan dalam identitas budaya, agama, bahasa sampai-sampai dapat memisahkan bangsa alainnya. Bangasa tersebut menimbulkan bangsa yang homogen. 

Unsur-Unsur Terbentuknya Bangsa
Sebagaimana yang diajukan oleh Otto Bauer bahwa terbentuknya bangsa sebab adanya persamaan senasib atau dapat disebutkan bahwa bangsa pun dapat terbentuk dari nilai yang solidaritas dari seluruh prang yang bermukim dalam satu kelompok.

Ratzel menyampaikan bahwa bangsa bisa terjadi format karena adanya hasrat atau kemauan bersatu sebab kesamaan lokasi tinggalnya (bangsa secara geopolitik).  Friederch Hertz, menyatkaan bahwa bagian terbentuknya sebuah bangsa ialah sebagai berikut..

  • Adanya kemauan atau hasrat guna bersatu secara sosial, ekonomi, politik, budaya, dan komunikasi, hal dalam negeri
  • Adanya kemauan dalam menunjukkan ciri khas sendiri melewati kemandirian, keaslian, kelebihan, bahasa, dan lain-lain. 
  • Adanya hasrat dalam menunjukkan kelebihan dari dalam kerja sama antarbangsa

Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Penjelasan, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close