Sabtu, Oktober 28, 2017

Pengertian Bahasa, Menurut Para Ahli, WIkipedia Dan KBBI. Serta Karakteristik Bahasa Dan Fungsi-Fungsi Bahasa

Pengertian Bahasa Menurut Wikipedia, Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) ialah kemampuan yang dipunyai manusia guna berkomunikasi dengan insan lainnya memakai tanda, contohnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah bahasa dinamakan ilmu linguistik.

Perkiraan jumlah bahasa di dunia pelbagai antara 6.000–7.000 bahasa. Namun, estimasi tepatnya bergantung pada suatu evolusi sembarang yang barangkali terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami ialah bicara atau bahasa isyarat, tetapi masing-masing bahasa bisa disandikan ke dalam media kedua memakai stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, artikel grafis, braille, atau siulan.

Pengertian Bahasa

Hal ini sebab bahasa manusia mempunyai sifat independen terhadap modalitas. Sebagai konsep umum, "bahasa" dapat mengacu pada keterampilan kognitif guna dapat mempelajari dan memakai sistem komunikasi yang kompleks.

atau untuk menyatakan sekumpulan aturan yang menyusun sistem itu atau sekumpulan pengucapan yang dapat didapatkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis guna menghubungkan isyarat dengan arti tertentu.

Bahasa oral dan bahasa isyarat mempunyai sebuah sistem fonologis yang menata bagaimana simbol dipakai untuk menyusun urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan sebuah sistem sintaks yang menata bagaimana ucapan-ucapan dan morfem digabungkan untuk menyusun frasa dan penyebutan.

Bahasa insan unik sebab mempunyai sifat-sifat produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan sebab secara borongan bahasa insan bergantung pula pada konvensi serta pendidikan sosial. Strukturnya yang kompleks dapat memberikan bisa jadi ekspresi dan pemakaian yang lebih luas daripada sistem komunikasi fauna yang diketahui.

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Dan Pakar Ilmuan
Pengertan Bahasa Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), 
menyerahkan dua definisi bahasa. Pengertian kesatu mengaku bahasa sebagai perangkat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang didapatkan oleh perangkat ucap manusia. Kedua, bahasa ialah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang mempunyai sifat arbitrer.

Pengertan Bahasa Menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), 
menjelaskan pengertian bahasa yakni language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa bisa didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk mengucapkan konsep melewati kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang ditata oleh ketentuan).

Pengertan Bahasa Menurut Tarigan (1989:4),
beliau menyerahkan dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa ialah suatu sistem yang sistematis, barang kali pun untuk sistem generatif. Kedua, bahasa ialah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

Pengertan Bahasa Menurut Santoso (1990:1), 
bahasa ialah rangkaian bunyi yang didapatkan oleh perangkat ucap insan secara sadar.
Definisi lain, Bahasa ialah suatu format dan bukan suatu suasana (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem emblem bunyi yang arbitrer, atau pun suatu sistem dari sekian tidak sedikit sistem-sistem, sebuah sistem dari sebuah tatanan atau sebuah tatanan dalam sistem-sistem.

Pengertan Bahasa Menurut Wibowo (2001:3), 
bahasa ialah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh perangkat ucap) yang mempunyai sifat arbitrer dan konvensional, yang digunakan sebagai perangkat berkomunikasi oleh sekelompok insan untuk mencetuskan perasaan dan pikiran.

Pengertan Bahasa Menurut Walija (1996:4), 
mengungkapkan pengertian bahasa merupakan komunikasi yang paling menyeluruh dan efektif untuk mengucapkan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat untuk orang lain.

Pengertan Bahasa Menurut Syamsuddin (1986:2),
beliau memberi dua definisi bahasa. Pertama, bahasa ialah alat yang digunakan untuk menyusun pikiran dan perasaan, kemauan dan perbuatan-perbuatan, perangkat yang digunakan untuk memprovokasi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa ialah tanda yang jelas dari jati diri yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari family dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

Pengertan Bahasa Menurut Pengabean (1981:5), 
berasumsi bahwa bahasa ialah suatu sistem yang mengutarakan dan mengadukan apa yang terjadi pada sistem saraf.

Pengertan Bahasa Menurut Soejono (1983:01), 
bahasa ialah suatu sarana perhubungan rohani yang amat urgen dalam hidup bersama.

Sejak zaman hominin, bahasa diduga mulai secara bertahap mengolah sistem komunikasi antarprimata. Primata lantas mulai memperoleh keterampilan untuk menyusun suatu teori benak dan intensionalitas.

Perkembangan itu terkadang diduga bersamaan dengan bertambahnya volume otak, dan banyak berpengalaman bahasa berasumsi bahwa struktur bahasa berkembang guna melayani faedah sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada tidak sedikit lokasi yang bertolak belakang pada benak manusia, khususnya di lokasi Broca dan lokasi Wernicke.

Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak telah dapat berkata secara lancar kurang lebih pada usia tiga tahun. Penggunaan bahasa sudah berakar dalam kultur manusia.

Oleh sebab itu, selain dipakai untuk berkomunikasi, bahasa pun memiliki tidak sedikit fungsi sosial dan kultural, contohnya untuk menandakan identitas sebuah kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk hiasan sosial dan hiburan.

Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu, dan sejarah evolusinya bisa direkonstruksi ulang dengan mencocokkan bahasa canggih untuk menilai sifat-sifat mana yang mesti dipunyai oleh bahasa leluhurnya supaya evolusi nantinya bisa terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai rumpun bahasa.

Bahasa yang dipakai dunia kini tergolong pada family Indo-Eropa. Termasuk di dalamnya ialah bahasa laksana Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Bahasa Mandarin, Cantonese, dan tidak sedikit lainnya; Rumpun bahasa Afro-Asiatik yang melingkupi Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan bahasa Bantu. yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan ratusan bahasa beda yang dipakai di Afrika.

Konsensusnya ialah antara 50–90% bahasa yang dipakai sejak mula abad ke-21 bisa jadi akan punah pada tahun 2100.

Secara sederhana, bahasa dapat ditafsirkan sebagai perangkat untuk mengucapkan sesuatu yang terbersit di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa ialah alat guna beriteraksi atau alat guna berkomunikasi, dalam makna alat untuk mengucapkan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.

Dalam studi sosiolinguistik, bahasa ditafsirkan sebagai suatu sistem lambang, berupa bunyi, mempunyai sifat arbitrer, produktif, dinamis, pelbagai dan manusiawi.

Bahasa ialah sebuah sistem, artinya, bahasa disusun oleh sebanyak komponen yang berpola secara tetap dan bisa dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap emblem bahasa menggambarkan  sesuatu yang disebut arti atau konsep.

Karena setiap emblem bunyi tersebut mempunyai atau mengaku suatu konsep atau makna, maka dapat diputuskan bahwa masing-masing suatu ujaran bahasa mempunyai makna. Contoh emblem bahasa yang berbunyi “nasi” menggambarkan  konsep atau arti ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.

Karakteristik Bahasa

Telah dilafalkan di atas bahwa bahasa ialah sebuah sistem berupa bunyi, mempunyai sifat abitrer, produktif, dinamis, pelbagai dan manusiawi. Dari definisi tersebut, dapat diputuskan bahwa salah satu karakteristik bahasa ialah abitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

1. Bahasa Bersifat Abritrer
Bahasa mempunyai sifat abritrer dengan kata lain hubungan antara emblem dengan yang dicerminkan  tidak mempunyai sifat wajib, dapat berubah dan tidak dapat diterangkan mengapa emblem tersebut mengonsepi arti tertentu. Secara kongkret, dalil “kuda” menggambarkan  ‘sejenis hewan berkaki empat yang dapat dikendarai’ ialah tidak dapat dijelaskan.

Meskipun mempunyai sifat abritrer, tetapi pun konvensional. Artinya masing-masing penutur sebuah bahasa bakal mematuhi hubungan antara emblem dengan yang dilambangkannya. Dia bakal mematuhi, misalnya, emblem ‘buku’ hanya dipakai untuk mengaku ‘tumpukan kertas bercetak yang dijilid’, dan tidak untuk menggambarkan  konsep yang lain, sebab andai dilakukannya berarti dia sudah melanggar konvensi itu.

2. Bahasa Bersifat Produktif
Bahasa mempunyai sifat produktif artinya, dengan sebanyak besar bagian yang terbatas, tetapi dapat diciptakan satuan-satuan ujaran yang nyaris tidak terbatas. Misalnya, menurut keterangan dari Kamus Umum Bahasa Indonesia rangkaian WJS. Purwadarminta bahasa Indonesia melulu mempunyai tidak cukup lebih 23.000 kosa kata, namun dengan 23.000 buah kata itu dapat diciptakan jutaan kalimat yang tidak terbatas.

3. Bahasa Bersifat Dinamis
Bahasa mempunyai sifat dinamis berarti bahwa bahasa tersebut tidak lepas dari sekian banyak  kemungkinan evolusi sewaktu-waktu bisa terjadi. Perubahan tersebut dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. Pada masing-masing waktu barangkali saja ada kosakata baru yang muncul, tetapi pun ada kosakata lama yang tenggelam, tidak dipakai lagi.

4. Bahasa Bersifat Beragam
Meskipun bahasa memiliki kaidah atau pola tertentu yang sama, namun sebab bahasa itu dipakai oleh penutur yang heterogen yang memiliki latar belakang sosial dan kelaziman yang berbeda, maka bahasa tersebut menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon.

Bahasa Jawa yang dipakai di Surabaya bertolak belakang dengan yang dipakai di Yogyakarta. Begitu pun bahasa Arab yang dipakai di Mesir bertolak belakang dengan yang dipakai di Arab Saudi.

5. Bahasa Bersifat Manusiawi
Bahasa sebagai perangkat komunikasi verbal, hanya dipunyai manusia. Hewan tidak memiliki bahasa. Yang dipunyai hewan sebagai perangkat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak mempunyai sifat produktif dan dinamis.

Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, namun dengan teknik belajar. Hewan tidak dapat untuk mempelajari bahasa manusia, oleh sebab itu disebutkan bahwa bahasa itu mempunyai sifat manusiawi.

Fungsi-Fungsi Bahasa
Konsep bahasa ialah alat untuk mengucapkan pikiran. Bahasa ialah alat guna beriteraksi atau alat guna berkomunikasi, dalam makna alat untuk mengucapkan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.

Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa ialah alat atau bermanfaat untuk mengucapkan pikiran dirasakan terlalu sempit, karena yang menjadi permasalahan sosiolinguistik ialah “who speak what language to whom, when and to what end”. Oleh karena tersebut fungsi-fungsi bahasa dapat disaksikan dari sudut penutur, pendengar, topic, kode dan amanat pembicaraan.

1. Fungsi Personal atau Pribadi
Dilihat dari sudut penutur, bahasa bermanfaat personal. Maksudnya, si penutur mengaku sikap terhadap apa yang dituturkannya. Si penutur tidak saja mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi pun memperlihatkan emosi tersebut sewaktu mengucapkan tuturannya. Dalam urusan ini pihak pendengar pun dapat mengasumsikan apakah si penutur sedang sedih, marah atau gembira.

2. Fungsi Direktif
Dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara, bahasa bermanfaat direktif, yakni mengatuf tingkah laku pendengar. Di sini bahasa tersebut tidak melulu membuat si pendengar mengerjakan sesuatu, namun melakukan pekerjaan yang cocok dengan yang dikehendaki pembicara.

3. Fungsi Fatik
Bila disaksikan segi kontak antara penutur dan pendengar, maka bahasa mempunyai sifat fatik. Artinya bahasa bermanfaat menjalin hubungan, memelihara, menunjukkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial.

Ungkapan-ungkapan yang digunakan seringkali sudah berpola tetap, laksana pada masa-masa pamit, berjumpa atau menanyakan keadaan. Oleh sebab itu, ungkapan-ungkapan ini tidak bisa diterjemahkan secara harfiah.

Ungkapan-ungkapan fatik ini seringkali juga disertai dengan bagian paralinguistik, laksana senyuman, gelengan kepala, gerak gerik tangan, air muka atau kedipan mata. Ungkapan-ungkapan tersebut andai tidak disertai unsure paralinguistik tidak memiliki makna.

4. Fungsi Referensial
Dilihat dari topik ujaran bahasa bermanfaat referensial, yaitu bermanfaat untuk merundingkan objek atau peristiwa yang terdapat disekeliling penutur atau yang terdapat dalam kebiasaan pada umumnya. Fungsi referensial ini yang mencetuskan paham tradisional bahwa bahasa itu ialah alat untuk mengaku pikiran, untuk mengaku bagaimana si penutur mengenai dunia di sekelilingnya.

5. Fungsi Metalingual atau Metalinguistik
Dilihat dari sisi kode yang digunakan, bahasa bermanfaat metalingual atau metalinguistik. Artinya, bahasa itu dipakai untuk merundingkan bahasa tersebut sendiri. Biasanya bahasa dipakai untuk merundingkan masalah lain laksana ekonomi, pengetahuan dan lain-lain.

Tetapi dalam kegunaannya di sini bahasa itu dipakai untuk merundingkan atau menyatakan bahasa. Hal ini dapat disaksikan dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa diterangkan dengan bahasa.

6. Fungsi Imajinatif
Jika dilihat dari sisi amanat (message) yang dikatakan maka bahasa itu bermanfaat imajinatif. Bahasa tersebut dapat dipakai untuk mengucapkan pikiran, usulan dan perasaan; baik yang sebetulnya maupun yang melulu imajinasi (khayalan) saja.

Fungsi imaginasi ini seringkali berupa karya seni (puisi, cerita, dongeng dan sebagainya) yang dipakai untuk kesukaan penutur maupun semua pendengarnya.

Jika Ada Yang Ingin Request Atau Ditanyakan Seputar Pengertian, Arti, Definisi, Penjelasan, Penafsiran, Pemahaman, deskripsi, Maupun Makna, Dan Bisa Dibuat Sebagai Bahan Makalah Atau Laporan..Silahkan Komentar Dibawah Atau Bisa Mengirim Kami Request Lewat Contact Form.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close